Jakarta (tutur.co.id)- Masyarakat kerap langsung mencuci daging kurban setelah diterima karena dianggap lebih higienis sebelum disimpan. Padahal, kebiasaan tersebut justru tidak dianjurkan dalam penanganan daging mentah.
Mengacu pada anjuran keamanan pangan, daging mentah sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum disimpan di kulkas atau freezer. Percikan air dari proses pencucian berisiko menyebarkan bakteri ke permukaan dapur, wastafel, peralatan masak, hingga bahan makanan lainnya. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi silang saat mengolah bahan pangan mentah, termasuk daging kurban.
Selain meningkatkan risiko penyebaran bakteri, mencuci daging sebelum disimpan juga dapat membuat permukaannya lebih lembap. Kondisi tersebut bisa memengaruhi kualitas dan kesegaran daging apabila penyimpanannya kurang tepat.
Daging kurban yang baru diterima dianjurkan langsung dipotong sesuai kebutuhan, lalu disimpan dalam wadah tertutup atau plastik khusus makanan sebelum dimasukkan ke lemari pendingin.
Pencucian sebaiknya dilakukan saat daging akan dimasak. Itupun seperlunya agar tekstur dan cita rasa daging tetap terjaga. Selain itu, masyarakat juga disarankan tidak langsung memasukkan daging yang masih panas ke dalam kulkas atau freezer. Daging sebaiknya didiamkan terlebih dahulu hingga suhunya menurun agar kualitasnya tetap baik.
Berikut beberapa tips menyimpan daging kurban agar tetap segar:
Pisahkan daging sesuai porsi sekali masak.
Gunakan wadah tertutup atau plastik food grade.
Simpan di freezer jika tidak langsung diolah.
Hindari membekukan ulang daging yang sudah dicairkan.
Beri label tanggal penyimpanan untuk memudahkan pemantauan kualitas.
Penanganan daging kurban yang tepat tidak hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga membantu mencegah risiko kontaminasi bakteri di dapur. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara menyimpan dan mengolah daging dengan benar, berdasar berbagai sumber kesehatan yang diolah Redaksi Tutur.

