Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»“Jalan Tengah” Pilkada: Dari Kotak Suara ke Ruang DPRD

“Jalan Tengah” Pilkada: Dari Kotak Suara ke Ruang DPRD

Daerah Adi P30 Desember 2025 / 20:05 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024. (Foto: Tangkapan Layar Youtube KPUD DKI Jakarta)
Suasana Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024. (Foto: Tangkapan Layar Youtube KPUD DKI Jakarta)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Demokrasi di Indonesia dinilai tersandera ongkos politik yang kian brutal. Pemilihan kepala daerah langsung, yang semula dipuji sebagai perwujudan kedaulatan rakyat, justru dianggap melahirkan politik uang, ketergantungan pada cukong, dan lingkaran korupsi pasca-kekuasaan. Dari kegelisahan itulah Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini melontarkan gagasan yang ia sebut Pilkada Jalan Tengah.

Skema ini bukan penghapusan pemilihan langsung, tapi penataan ulang. Juga bukan kembali ke demokrasi ala orde baru, yakni pilkada tertutup. Didik mengusulkan metode campuran: rakyat tetap memilih dalam pemilihan legislatif, sementara penentuan akhir kepala daerah dilakukan DPRD. Ini bukan kemunduran demokrasi, tapi demokrasi berlapis.

“Proses pilkada yang terjadi (saat ini) adalah praktek ilegal, pelacuran politik dimana yang memiliki uang dapat membeli suara dan setelah terpilih harus mengembalikan dana kampanye tersebut dengan cara korupsi. Praktek demokrasi langsung seperti ini kemudian muncul ketergantungan kandidat pada cukong,” tulis Didik sebagaimana diterima tutur.co.id, Selasa 30 Desember 2025.

Prof. Didik J Rachbini, Rektor Universitas Paramadina Jakarta. (Foto: Dok. Universitas Paramadina)

Dalam rancangan itu, tiga calon anggota DPRD dengan suara terbanyak otomatis menjadi kandidat kepala daerah—baik gubernur, bupati, maupun wali kota. Setelah DPRD terbentuk, lembaga itulah yang memilih satu di antara tiga kandidat tersebut. Dengan cara ini, legitimasi tetap bersumber dari suara rakyat, namun proses final disaring melalui institusi perwakilan.

Didik menilai pilkada langsung telah menyimpang jauh dari idealisme awal. Biaya kampanye yang melonjak, menurutnya, membuka ruang transaksi ilegal yang sistemik.

Ia menegaskan, Pilkada Jalan Tengah justru memutus mata rantai itu. Dengan biaya politik yang lebih rendah, kebutuhan kandidat pada cukong bisa ditekan. Popularitas tidak lagi menjadi satu-satunya tiket menuju kekuasaan; kualitas dan akuntabilitas ikut menentukan.

Baca Juga  Menhan Bersama Purnawirawan TNI Bahas Izin Lintas Udara AS

Namun Didik juga mengakui risiko baru: transaksi politik bisa bergeser ke parlemen. Karena itu, ia mengusulkan pengamanan ekstra ketat pada tahap pemilihan DPRD—bahkan mencontohkan mekanisme pemilihan Paus di Vatikan. Anggota DPRD, kata dia, harus diawasi ketat: dikumpulkan di tempat tertentu, dipantau CCTV, dengan pengawasan KPK dan kejaksaan.

Pemungutan suara DPRD, menurut Didik, wajib terbuka dan disiarkan ke publik. Rekam jejak kandidat harus diuji, uji publik digelar, dan transaksi politik dilarang keras dengan sanksi pidana berat. Menurut logika Prof. Didik, lebih mudah mengawasi 50 sampai 100 orang anggota DPRD daripada jutaan pemilih yang tersebar.

Gagasan ini jelas akan menuai perdebatan. Sebagian kalangan mungkin melihatnya sebagai kemunduran partisipasi rakyat. Namun bagi Didik, pilkada langsung yang mahal dan kotor justru menggerogoti substansi demokrasi. Pilkada Jalan Tengah, klaimnya, adalah upaya keluar dari lingkaran setan biaya politik tinggi—sebuah kompromi antara suara rakyat dan meluruskan demokrasi yang sudah “dibajak”.

Didik J Rachbini KPK Pemilu Pilkada Langsung Politik Uang universitas paramadina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTinjau Aceh Tamiang, Wamendagri Bima Arya: Cepat Pulihkan Layanan Publik
Next Article Ditresnarkoba Polda Kalbar Sita 7,9 Kg Sabu dari 24 Kasus, 9 Tersangka Residivis

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Emas Batangan 74 Kg hingga Dolar Kasus Febrie Adriansyah Dinyatakan Asli

17 Juli 2026 / 20:54 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lelang SUN 3 Maret: Waspada, tapi Tetap Optimistis

Gusti Tetiro02 Maret 2026 / 08:10 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.