Jakarta (Tutur.co.id) – Indonesia menerima hibah kapal dari pemerintah Jepang lewat program Official Security Assistance (OSA) yang nilainya mencapai lebih dari Rp200 miliar. Hibah peralatan pertahanan dan keamanan dari Jepang ini berupa 3 sampai empat kapal.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyatakan bahwa DPR telah menyetujui TNI menerima hibah dari pemerintah Jepang itu. Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI yang digelar secara tertutup pada Selasa (10/2).
“Dari semua mekanisme sudah terpenuhi dan semua fraksi setuju. Kalau bahasa sederhananya, kalau kita dibantu kita senang,” ujar Utut Adianto.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto juga membenarkan bahwa hibah kapal ini telah mendapat persetujuan dari Komisi I DPR RI. Ia menambahkan kapal hibah dari pemerintah Jepang ini merupakan peralatan non kombatan atau bukan peralatan untuk perang.
Lebih lanjut Donny menambahkan hibah ini juga akan memperkuat hubungan diplomatic antara Indonesia dan Jepang khususnya antar Kementerian Pertahanan kedua negara.
“Kita tahu bahwa wilayah kita itu sangat luas sekali. Banyak kerawanan-kerawanan yang ada di wilayah kita. Sehingga tambahan alut sista ini akan berikan dampak yang cukup signifikan bagi TNI Angkatan Laut untuk mengamankan wilayah perairan kita. Dari aspek ekonomi juga kita tidak mengeluarkan anggarann sepesersenpun dari APBN kita,” kata Donny.

