Yogyakarta (tutur.co.id)– Menjelang libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan cuti bersama dan libur nasional Hari Raya Imlek, arus kedatangan penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta menunjukkan peningkatan. Hingga Jumat (13/2) siang, tercatat sebanyak 25.819 penumpang tiba di berbagai stasiun kereta api jarak jauh di wilayah ini.
Angka tersebut meningkat sekitar 29 persen dibandingkan rata-rata kedatangan pada Jumat biasa yang berkisar 20 ribu penumpang. Melalui siara pers yang diterima Redaksi Tutur, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebut lonjakan mulai terlihat sejak pagi hari. “Hari ini sebanyak 25.819 penumpang tiba di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Dibandingkan Jumat biasanya, terdapat peningkatan sebesar 29 persen,” ujarnya.
Tak hanya arus kedatangan, jumlah penumpang berangkat juga mengalami kenaikan. Tercatat 19.980 penumpang naik dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 6, atau meningkat sekitar 25 persen dibandingkan Jumat normal. Angka tersebut masih dinamis karena layanan penjualan tiket go show tetap dibuka hingga malam hari.
KAI Daop 6 menilai peningkatan ini dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api hingga daya tarik destinasi seperti Yogyakarta dan Solo yang menawarkan ragam aktivitas liburan dan agenda budaya selama long weekend.
Dari pantauan di beberapa stasiun utama, Stasiun Yogyakarta menjadi titik tersibuk dengan 13.281 penumpang datang dan 10.263 berangkat. Disusul Stasiun Lempuyangan, Solo Balapan, serta Klaten yang juga mencatat lonjakan pergerakan penumpang.
KAI Daop 6 mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama libur panjang. Masyarakat juga diingatkan untuk memesan tiket melalui kanal resmi KAI agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

