Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (14/4/2026) diperkirakan masih melanjutkan tren penguatan dengan target resistance di kisaran 7.580.
Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa pasar saham kini mulai menunjukkan adaptasi terhadap dinamika geopolitik global. Ketidakpastian yang terjadi berulang dinilai membuat dampak sentimen eksternal terhadap pasar menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.
“Pasar semakin adaptif terhadap perkembangan geopolitik, sehingga dampaknya tidak sebesar periode sebelumnya,” tulis riset tersebut.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia dalam indeksnya. Hal ini dinilai menjadi katalis positif, khususnya bagi saham-saham konglomerasi yang memiliki bobot besar di pasar.
Ke depan, pelaku pasar juga akan mencermati keputusan MSCI pada Mei mendatang yang berpotensi memberikan arah baru terhadap aliran dana asing ke pasar domestik.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak di rentang support 7.300–7.400 dan resistance 7.585–7.700 dalam jangka pendek.
Dari sisi global, penguatan bursa saham Amerika Serikat turut memberikan dorongan positif. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63%, sementara S&P 500 menguat 1,02% dan Nasdaq Composite melonjak 1,23%, mencerminkan optimisme investor global.
Seiring dengan potensi penguatan IHSG, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati, yakni Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan target harga Rp940–990, Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan target Rp1.315–1.410, serta GTS Internasional Tbk (GTSI) dengan target Rp270–290.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 41,69 poin atau 0,56% ke level 7.500. Penguatan ini turut didukung oleh aksi beli bersih investor asing sebesar Rp396,77 miliar.
Aliran dana asing tersebut banyak masuk ke saham-saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu. Saham Petrosea Tbk (PTRO mencatat net buy terbesar Rp135,16 miliar, diikuti Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp131,97 miliar, serta Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp61,19 miliar.
Kinerja saham-saham tersebut juga menjadi penopang utama penguatan indeks. BRPT melonjak 14,36% ke Rp2.190, Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 6,58% ke Rp6.475, CUAN menguat 6,32% ke Rp1.430, Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,74% ke Rp6.075, PTRO melesat 11,63% ke Rp6.000, serta Candra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 10,84% ke Rp1.125.
Dengan dukungan sentimen global yang membaik dan katalis domestik yang cukup solid, IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan. Meski demikian, investor tetap disarankan untuk mencermati level resistance serta potensi volatilitas pasar di tengah dinamika global yang masih berkembang.

