Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum sepenuhnya pulih pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Indeks diproyeksikan bergerak di rentang 7.000–7.240 dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan eksternal dan aksi jual investor asing yang masih berlanjut.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan sebelumnya membuka peluang IHSG menguji kembali level psikologis 7.000. “Secara teknikal, kondisi ini membuka ruang bagi IHSG untuk menutup gap di area 7.000,” tulis riset tersebut.
Sentimen pasar masih dibayangi ketidakpastian global, khususnya konflik geopolitik dan pelemahan rupiah yang mendorong investor asing melakukan aksi net sell. Pada perdagangan sebelumnya, asing tercatat melepas saham senilai Rp2,03 triliun, dengan tekanan terbesar pada saham perbankan berkapitalisasi besar.
Dari eksternal, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan moneter global. Bank of Japan diperkirakan menahan suku bunga di level 0,75%, sementara pergerakan bursa AS cenderung mixed—Dow Jones melemah tipis, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masih menguat terbatas.
IHSG sendiri pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,32% ke level 7.106, tertekan oleh pelemahan sektor energi, industri, dan keuangan. Sejumlah saham besar seperti UNTR, ITMG, hingga ASII turut membebani indeks.
Meski demikian, peluang trading jangka pendek tetap terbuka. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni ARCI dengan target Rp1.745–1.890, PTBA di kisaran Rp2.960–3.020, serta AALI dengan target Rp8.475–8.650.
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham justru mencatat lonjakan signifikan hingga menyentuh auto rejection atas (ARA), mencerminkan masih adanya minat spekulatif di pasar.

