Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. MNC Sekuritas menilai koreksi indeks berpotensi berlanjut dengan area support berikutnya di kisaran 5.472–5.540.
Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas mencatat IHSG ditutup melemah 3,058% ke level 5.643. Pelemahan tersebut masih didominasi oleh tekanan jual dan telah melampaui target koreksi yang sebelumnya diproyeksikan.
“Koreksi IHSG pun sudah menembus dari target koreksi yang kami sampaikan. Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540,” tulis tim riset MNC Sekuritas, dikutip Rabu (1/7/2026).
Meski demikian, MNC Sekuritas meminta pelaku pasar tetap mencermati skenario alternatif. Dalam skenario tersebut, IHSG dinilai berpotensi memasuki fase awal wave [v] dari wave 3, yang dapat membuka peluang perubahan arah pergerakan indeks.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 5.486 dan 5.317, sedangkan resistance berada di 6.007 dan 6.286.
Seiring masih tingginya volatilitas pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada empat saham berikut.
1. AADI
Saham AADI terkoreksi 2,20% ke level 7.775 dengan tekanan jual yang meningkat dan bergerak di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Secara teknikal, saham ini diperkirakan sedang berada pada fase wave B dari wave (B).
MNC Sekuritas merekomendasikan akumulasi bertahap di kisaran 7.300–7.675, dengan target harga 8.325 dan 8.850, serta stop loss di bawah 7.000.
2. DSSA
DSSA melemah 3,64% ke level 795 di tengah meningkatnya tekanan jual dan masih bergerak dalam fase sideways. Posisi saham ini diperkirakan berada pada wave B dari wave (4).
Investor disarankan melakukan buy on weakness pada kisaran 600–720, dengan target harga 910 dan 1.140. Adapun batas stop loss berada di bawah 560.
3. ELSA
Saham ELSA turun 1,89% ke level 520 dan masih dibayangi tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan posisi saham tersebut tengah berada pada wave (5) dari wave [C].
Rekomendasi akumulasi diberikan pada rentang 486–510, dengan target harga 545 dan 605, serta stop loss di bawah 476.
4. RAJA
RAJA terkoreksi 1,10% ke level 3.600 disertai peningkatan tekanan jual dan ditutup tepat di area MA20. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada pada wave B dari wave (A).
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness di kisaran 3.250–3.460, dengan target harga 4.340 dan 4.750. Adapun batas stop loss ditetapkan di bawah 2.950.
Di tengah tekanan yang masih membayangi IHSG, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham dan menerapkan manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek.

