Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (4/5/2026) diperkirakan bergerak konsolidasi terbatas di kisaran 6.920–7.160. Secara teknikal, IHSG berada pada area support 6.920–7.000 dan resistance 7.160–7.230, mencerminkan sikap pasar yang cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif.
Pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi untuk melihat arah pergerakan selanjutnya, termasuk dampaknya terhadap nilai tukar rupiah. Dari eksternal, pergerakan indeks global turut memengaruhi, di mana Dow Jones Industrial Average melemah 0,31%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat 0,29% dan 0,89%.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni ITMG dengan target harga Rp27.025–27.600, BNBR Rp224–232, serta AADI Rp11.875–12.150.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 144,43 poin (2,03%) ke level 6.956 dan sempat menyentuh 6.876. Pelemahan terjadi di hampir seluruh sektor, meski beberapa saham masih mencatatkan penguatan seperti SDMU, HERO, ADHI, SONA, dan INDS.

