Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (20/4/2026) diperkirakan masih bergerak terbatas di kisaran 7.500–7.700, di tengah ketidakpastian sentimen global dan domestik.
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pasar masih diliputi keraguan terhadap prospek gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian meningkat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.
“Pasar nampaknya masih cenderung ragu terhadap kepastian mengenai gencatan senjata dan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Di sisi lain, perkembangan terbaru menunjukkan Presiden AS Donald Trump telah mengirim utusan khusus untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran di Pakistan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang terus dicermati pelaku pasar global.
Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%, dengan fokus menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah.
Sementara itu, sentimen positif datang dari bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,79%, diikuti S&P 500 yang naik 1,20% dan Nasdaq Composite yang menguat 1,52% pada penutupan akhir pekan lalu.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 175 poin atau 2,35% ke level 7.634. Penguatan ini ditopang oleh mayoritas saham yang menguat, dengan 641 saham naik, 145 stagnan, dan 173 saham melemah.
Kenaikan indeks didorong oleh sejumlah saham unggulan, khususnya yang terafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu dan Sinarmas. Saham seperti BREN, BRPT, MORA, DSSA, dan CUAN menjadi motor penggerak utama penguatan.
Selain itu, mayoritas sektor juga mencatatkan kinerja positif. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 12,12%, disusul sektor industri 9,33%, energi 6,02%, infrastruktur 5,40%, dan material dasar 5,37%. Di sisi lain, sektor keuangan masih mengalami tekanan.
Di tengah kondisi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati dengan strategi buy. Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk direkomendasikan dengan target harga menarik.
Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk juga masuk dalam radar beli seiring prospek sektor komoditas yang masih kuat.
Adapun PT Hartadinata Abadi Tbk turut direkomendasikan sebagai pilihan investasi di tengah volatilitas pasar.
“Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam rentang 7.500-7.700,” tulis riset tersebut.
Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham dan disiplin dalam menerapkan manajemen risiko, mengingat ketidakpastian global masih membayangi pergerakan pasar.

