Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan diperkirakan masih dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global, mulai dari rilis data ekonomi hingga pengumuman rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Phintraco Sekuritas menyebut pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, antara lain indeks keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan penjualan sepeda motor.
“Selain itu, investor akan menantikan pengumuman rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Minggu (10/5/2026).
Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), IHSG ditutup merosot 2,86% ke level 6.969,4. Koreksi tajam tersebut dipicu kombinasi sentimen negatif dari eksternal maupun domestik.
Dari global, tekanan datang dari pelemahan mayoritas indeks bursa dunia seiring kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, pasar juga merespons rencana pemerintah menaikkan tarif royalti progresif pada sejumlah komoditas logam, seperti nikel, tembaga, emas, perak, dan timah.
“Pemerintah berencana menaikkan tarif royalti progresif pada mayoritas komoditas,” tulis Phintraco Sekuritas.
Tekanan terhadap pasar juga datang dari data cadangan devisa Indonesia yang turun menjadi US$146,2 miliar pada April 2026, dari US$148,2 miliar pada bulan sebelumnya. Posisi tersebut menjadi level terendah sejak Juli 2024, meski masih setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Selain itu, indeks harga properti tercatat hanya tumbuh 0,62% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026, melambat dibandingkan pertumbuhan 0,83% yoy pada kuartal IV-2025. Pertumbuhan tersebut menjadi yang terendah sejak 2003.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan enam saham pilihan untuk perdagangan Senin (11/5/2026), dengan fokus pada saham-saham big caps dan defensif.
Untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), investor disarankan melakukan buy on weakness di area 6.100–6.175 dengan target harga 6.350 dan stop loss di 5.850.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) direkomendasikan trading buy di area 2.910–2.960 dengan target harga 3.010.
Sementara itu, PT Indosat Tbk (ISAT) disarankan trading buy pada kisaran 2.140–2.240 dengan target 2.330.
Untuk sektor farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) direkomendasikan trading buy dengan target harga 950.
Adapun saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diproyeksikan bergerak menuju target 17.050.
Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) direkomendasikan buy on weakness dengan target harga 3.330.

