Tokyo (tutur.co.id) – Di tengah tren SUV modern yang semakin agresif dan futuristis, Honda justru memilih jalur berbeda lewat Honda Pilot 2026. SUV ini tetap mempertahankan karakter khas Honda yang nyaman, praktis, dan mudah dipakai harian.
Namun di balik kenyamanannya, muncul satu pertanyaan besar: apakah performa mesinnya masih cukup untuk bersaing di kelas SUV premium saat ini?
Dengan harga sekitar US$55 ribu atau setara hampir Rp976 juta, untuk varian tertingginya, Pilot Elite jelas bukan SUV murah. Itu juga belum kalau benar mobil ini bakal masuk di pasar Indonesia, tentu akan lebih mahal lagi.
Ya, masalah terbesar Pilot Elite ternyata ada di sektor performa mesin. SUV berbobot hampir 4,7 ton ini masih mengandalkan mesin V6 3.5 liter bertenaga 285 hp dan torsi 262 lb-ft. Di atas kertas memang terlihat cukup, tetapi dalam penggunaan sehari-hari, banyak pengemudi merasa tenaga mobil ini kurang responsif, terutama saat akselerasi mendadak atau menyalip di kecepatan tinggi.
Transmisi otomatis 10 percepatan miliknya juga dinilai terlalu ‘hemat putaran’, sehingga mesin jarang mencapai tenaga maksimal kecuali pedal gas diinjak dalam-dalam. Hasilnya, akselerasi terasa tertahan dan suara mesin menjadi cukup kasar saat karena dipaksa bekerja keras.
Ditambah sistem AWD standar, konsumsi BBM Pilot Elite juga hanya berkisar 21 mpg, angka yang mulai terasa tertinggal dibanding rival hybrid modern.
Inilah alasan mengapa banyak penggemar Honda mulai mempertanyakan absennya teknologi hybrid pada Pilot terbaru. Saat rival seperti Hyundai Palisade Hybrid mulai menawarkan kombinasi tenaga besar dan efisiensi tinggi, Honda masih bertahan dengan mesin bensin konvensional. Meski begitu, kabarnya Honda sedang menyiapkan mesin hybrid V6 baru untuk masa depan Pilot.
Walau performanya menuai kritik, Pilot Elite tetap menawarkan pengalaman berkendara yang sangat nyaman dengan suspense yang empuk, handlingnya yang stabil, dan sistem pengeremannya cukup meyakinkan untuk SUV. Honda juga berhasil meningkatkan peredaman kabin secara signifikan di model 2026, membuat suara angin dan jalan jauh lebih minim dibanding generasi sebelumnya.
Masuk ke interior, nuansa premium langsung terasa lewat jok elektrik berpemanas, ventilasi, dan audio premium Bose, serta aksen suede dan trim kayu sintetis di beberapa bagian kabin. Memang desain interiornya masih terlihat konservatif dan sedikit monoton, tetapi kualitas materialnya terasa solid dan nyaman digunakan harian. Honda tampaknya sengaja mempertahankan pendekatan simpel agar Pilot tetap terasa familiar untuk keluarga.
Salah satu peningkatan paling terasa ada di sistem infotainment baru berukuran 12,3 inci. Layar ini kini terlihat lebih modern dan responsif, lengkap dengan Apple CarPlay serta Google Built-In yang berjalan lancar. Panel instrumen digital 10,2 inci juga lebih informatif, ditambah pengaturan tombol kemudi yang kini lebih praktis saat digunakan di perjalanan jauh.
Honda juga tetap mempertahankan reputasinya soal keselamatan. Pilot 2026 berhasil meraih rating bintang lima dari National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA. Paket fitur Honda Sensing kini semakin lengkap dengan pengereman otomatis, blind spot monitoring, adaptive cruise control, hingga sistem pengereman pasca-tabrakan yang sudah menjadi fitur standar.
Secara keseluruhan, Honda Pilot Elite 2026 memang bukan SUV yang sempurna. Performanya mulai terasa tertinggal di era elektrifikasi dan hybrid, tetapi kenyamanan, kualitas kabin, serta kemudahan penggunaan sehari-harinya tetap menjadi nilai jual utama. Untuk keluarga yang mencari SUV tiga baris AWD dengan karakter tenang, nyaman, dan tidak terlalu “ramai”, Pilot Elite masih menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelasnya.

