Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Harga Emas Beranjak Naik, Investor Mencermati Arah Suku Bunga The Fed

Harga Emas Beranjak Naik, Investor Mencermati Arah Suku Bunga The Fed

Market Gusti Tetiro10 Februari 2026 / 06:07 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Emas Batangan ANTAM
Emas Batangan ANTAM (Foto:Tutur/Antara)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan Senin (9/2/2026) waktu setempat, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor global di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot melesat 1,93% ke level US$ 5.056,66 per ons troi, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2% ke US$ 5.079,40 per ons troi. Kenaikan ini menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak makroekonomi global.

Penguatan emas berjalan seiring dengan pelemahan dolar AS yang turun 0,8% ke posisi terendah dalam lebih dari sepekan. Melemahnya greenback membuat emas, yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, menjadi lebih murah bagi pembeli di luar AS, sehingga mendorong permintaan.

“Katalis utama pergerakan harga emas hari ini adalah dolar AS,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek. Ia menambahkan, pasar mulai mengantisipasi pelemahan data ekonomi AS, khususnya dari sektor tenaga kerja, yang dapat membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter.

 

Menanti Arah The Fed

Fokus investor kini tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting AS pekan ini, mulai dari nonfarm payrolls, inflasi konsumen, hingga klaim awal pengangguran. Data-data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Pasar saat ini memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga, masing-masing sebesar 25 basis poin, sepanjang 2026. Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, emas cenderung diuntungkan karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi semakin kecil.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, pertumbuhan tenaga kerja nonpertanian AS pada Januari diperkirakan hanya mencapai 70.000 orang, angka yang mencerminkan perlambatan ekonomi dan memperkuat spekulasi pelonggaran moneter.

Baca Juga  Seskab Teddy Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal Soal Rombongan Prabowo ke Luar Negeri

 

Bank Sentral China Jadi Penopang

Dari sisi fundamental jangka panjang, permintaan emas global tetap solid. People’s Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emasnya pada Januari 2026, menandai pembelian yang berlangsung selama 15 bulan berturut-turut.

“Permintaan yang konsisten dari bank sentral, dengan China sebagai episentrum, telah menjadi faktor penopang penting sekaligus indikator arah pasar,” ujar Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif B2PRIME Group, Eugenia Mykuliak. Menurutnya, pembelian berkelanjutan oleh otoritas moneter global membentuk batas bawah struktural bagi harga emas dunia.

Fenomena ini juga mencerminkan upaya diversifikasi cadangan devisa dan pengurangan ketergantungan pada dolar AS, sebuah strategi yang semakin relevan di tengah fragmentasi ekonomi global.

 

Perak hingga Platinum Ikut Menguat

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot melonjak 6,93% ke US$ 83,23 per ons, setelah pada sesi sebelumnya naik hampir 10%. Logam mulia ini bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 121,64 per ons pada 29 Januari lalu.

Melek menjelaskan, harga perak bertahan di level tinggi karena defisit pasokan yang besar. Dalam kondisi ini, kenaikan permintaan sekecil apa pun berpotensi memperparah kelangkaan, menggerus stok, dan memicu volatilitas harga yang lebih tinggi.

Sementara itu, harga platinum spot naik 1,33% ke US$ 2.130,77 per ons, dan palladium menguat 1,85% ke US$ 1.736,52 per ons.

 

Antara Peluang dan Kehati-hatian

Lonjakan harga emas dan logam mulia lainnya memberi peluang bagi investor, namun juga menuntut kehati-hatian. Volatilitas yang tinggi, dipicu ketidakpastian data ekonomi dan arah kebijakan The Fed, berpotensi membuat pasar bergerak cepat dan tajam.

Bagi investor ritel, penguatan emas menjadi pengingat pentingnya strategi diversifikasi portofolio, bukan sekadar mengejar momentum jangka pendek. Di tengah dunia yang semakin rapuh oleh ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, emas kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai simbol kepercayaan di saat pasar ragu.

Baca Juga  Monopoli Ekspor SDA Tak Cukup: Didik Rachbini Desak Reindustrialisasi untuk Dongkrak Pajak
Harga Emas Dunia headline Kebijakan suku bunga The Fed Pelemahan dolar AS Pembelian emas bank sentral China
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSNLIK 2026 Digelar, OJK Dorong Data Literasi Keuangan Jadi Dasar Kebijakan Daerah
Next Article IHSG Masih Konsolidasi, Phintraco Sekuritas Rekomendasikan ANTM, JSMR, MDKA, PWON, dan ISAT

Berita Lainnya

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB

Datang ke Gedung Jampidsus, Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 / 19:18 WIB

Distribusi BBM Sumatera Utara Pulih, Antrean Menyusut dan Pasokan Aman Sentosa

17 Juli 2026 / 17:23 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Erdogan Umumkan Turki Siaga Tinggi Usai Rudal Iran Dicegat Sistem Pertahanan NATO

Kristo Suryokusumo10 Maret 2026 / 20:34 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.