Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Harga CPO Jatuh ke Level Terendah, Permintaan India dan China Melemah

Harga CPO Jatuh ke Level Terendah, Permintaan India dan China Melemah

Energi & Tambang Gusti Tetiro14 Mei 2026 / 08:20 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS. ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Rabu (13/5/2026), bahkan menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir. Tekanan datang dari melemahnya permintaan dua importir utama dunia, yakni India dan China.

Berdasarkan data penutupan Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO Mei 2026 turun 61 ringgit Malaysia menjadi 4.390 ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Juni 2026 terkoreksi 41 ringgit Malaysia ke posisi 4.409 ringgit Malaysia per ton.

Pelemahan berlanjut pada kontrak Juli 2026 yang turun 43 ringgit Malaysia menjadi 4.438 ringgit Malaysia per ton. Kontrak Agustus 2026 juga melemah 47 ringgit Malaysia menjadi 4.457 ringgit Malaysia per ton.

Adapun kontrak September 2026 turun 43 ringgit Malaysia ke level 4.472 ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Oktober 2026 melemah 36 ringgit Malaysia menjadi 4.489 ringgit Malaysia per ton.

Mengutip data TradingView, Direktur broker Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam mengatakan pasar tengah mencermati perlambatan permintaan dari India dan China yang memicu tekanan harga dalam jangka pendek.

“Pembeli dari India kini beralih ke minyak kedelai asal Argentina, sementara China mengurangi pembelian jangka pendek dan lebih memilih kontrak pengiriman Desember,” ujarnya.

Menurut Paramalingam, perubahan pola pembelian tersebut menciptakan kekosongan permintaan di pasar spot dan kontrak jangka pendek.

Di sisi lain, data Solvent Extractors’ Association of India menunjukkan impor minyak sawit India anjlok 26% secara bulanan pada April 2026. Penurunan itu menjadi level terendah dalam empat bulan terakhir akibat lemahnya permintaan industri domestik serta tingginya harga minyak sawit dibanding minyak nabati pesaing.

Pergerakan pasar minyak nabati global juga turut membebani harga CPO. Kontrak minyak sawit paling aktif di Dalian melemah 1,28%, sementara kontrak minyak kedelai di bursa yang sama turun 0,04%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade menguat tipis 0,11%.

Baca Juga  Sidang MK: Kisruh Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Ajukan Uji Materi KUHP dan UU ITE

Pelaku pasar menilai harga minyak sawit masih sangat dipengaruhi pergerakan minyak nabati substitusi karena bersaing dalam pasar global edible oil.

Dari pasar energi, harga minyak mentah dunia juga terkoreksi setelah reli selama tiga hari berturut-turut. Investor menunggu perkembangan negosiasi gencatan senjata di Timur Tengah serta hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang kompetitif sebagai bahan baku biodiesel, sehingga menambah tekanan terhadap harga CPO global.

Selain itu, penguatan ringgit Malaysia sebesar 0,1% terhadap dolar AS turut membebani perdagangan karena membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Bursa Malaysia Derivatives harga CPO harga minyak sawit dunia headline impor minyak sawit India
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKSP Temukan Dua SPPG Bermasalah di Jakarta Barat, BGN Beri Sanksi Penangguhan
Next Article Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Belgia vs Iran: Rekor dan Sejarah Tak Berpihak ke Pasukan Persia

Deba Salamah21 Juni 2026 / 15:00 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.