Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Techno»Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Penjelasan Ilmiahnya, Tanpa Rumit

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Penjelasan Ilmiahnya, Tanpa Rumit

Techno Galuh Parantri03 Maret 2026 / 10:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Bloodmoon (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Bloodmoon (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Gerhana bulan total selalu terdengar dramatis. Apalagi ketika orang menyebutnya sebagai Blood Moonertut. Padahal, di balik tampilannya yang kemerahan dan misterius, fenomena ini sepenuhnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam posisi ini, Bumi berada di tengah dan bayangannya menutupi Bulan sepenuhnya. Bayangan Bumi itulah yang membuat cahaya Bulan perlahan redup.

Bayangan Bumi sebenarnya terdiri dari dua bagian: penumbra dan umbra.

Penumbra adalah bayangan samar. Ketika Bulan mulai masuk ke fase ini, perubahan cahayanya belum terlalu terlihat jelas. Namun saat Bulan masuk ke umbra—bagian bayangan inti—permukaannya mulai tampak seperti “tergigit”. Inilah yang disebut gerhana sebagian.

Puncaknya adalah gerhana total. Seluruh permukaan Bulan tertutup umbra. Tapi anehnya, Bulan tidak menjadi hitam gelap. Justru warnanya berubah menjadi merah tembaga.

Kenapa bisa begitu?
Warna merah itu muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi. Atmosfer kita menyaring cahaya biru dan membiarkan cahaya merah lebih dominan diteruskan. Cahaya merah inilah yang akhirnya mencapai permukaan Bulan dan membuatnya tampak kemerahan.

Fenomena ini sama seperti langit yang tampak merah saat matahari terbenam. Prinsipnya serupa: hamburan cahaya di atmosfer. Jadi, tidak ada yang mistis. Tidak ada pertanda bencana. Tidak ada hal supranatural.

Gerhana bulan total adalah peristiwa astronomi yang bisa dihitung dengan sangat presisi. Ilmuwan bahkan sudah mengetahui jadwalnya bertahun-tahun sebelumnya.

Menariknya, berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan sepenuhnya aman dilihat dengan mata telanjang. Anda tidak memerlukan kacamata khusus atau alat pelindung mata. Cukup langit yang cerah dan sedikit waktu untuk menengadah.

Di tengah kesibukan sehari-hari, memahami proses ilmiah di balik gerhana mungkin membuat Anda tersadar: semesta bekerja dengan pola yang rapi.

Baca Juga  Video: Festival Balon Raksasa Meriahkan Idulfitri di Wonosobo

Bahkan ketika terlihat gelap, sebenarnya semuanya sedang berjalan sesuai hukum alamnya.
Bulan tidak menghilang. Ia hanya tertutup bayangan sementara.

gerhana gerhana bulan gerhana bulan total
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKPK Ingatkan Kepala Daerah Soal Pengadaan Mobil Dinas
Next Article 10 Ide Ucapan Penyemangat di Tengah Bulan Puasa untuk Bestie

Berita Lainnya

Video: Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus Kejagung

15 Juli 2026 / 16:00 WIB

Video: Ada Pejabat Simpan Emas 74 Kg, Bos BCA: Kurang Pintar Aja Itu

15 Juli 2026 / 15:00 WIB

Video: Mitra BGN Ultimatum Pemerintah, Ancam Gembok Dapur MBG Secara Nasional

15 Juli 2026 / 13:00 WIB

Video: Bantah Isu Penolakan RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Kita Gaspol Pakai Turbo!

14 Juli 2026 / 13:00 WIB

Video: Momen Hangat Kapolri dan Jaksa Agung, Saling Sapa “Sahabat” dan “Kakak Asuh”

14 Juli 2026 / 12:00 WIB

Video: Soroti Korupsi di Lingkungan BUMN, Prabowo Beri Peringatan Keras

13 Juli 2026 / 16:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Berpotensi Konsolidasi di Tengah Penantian The Fed dan BI, BRI Danareksa Jagokan NCKL, MDKA, dan SMIL

Gusti Tetiro18 Juni 2026 / 08:40 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.