Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Jakarta Fair 2026, Bright Store by Pertamina Hadirkan Produk UMKM Lokal dan Promo Menarik
  • Drama Injury Time! Panama Tumbang Dramatis di Piala Dunia 2026
  • Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Beberapa Orang Diamankan
  • Ronaldo Mandul Lagi! CR7 Catat Rekor Terburuk Bersama Portugal
  • Jadwal Game 1 Final IBL 2026: Bogor Hornbills vs Pelita Jaya Jakarta 
  • Luhut Targetkan Perlinsos Rilis Oktober 2026
  • Perjalanan Luar Biasa Bogor Hornbills: Dari Tim Underdog Menjadi Finalis IBL 2026
  • Pasar Tunggu Putusan MSCI, Sektor Perbankan Berpotensi Jadi Motor Arus Dana Asing ke IHSG
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Berpotensi Konsolidasi di Tengah Penantian The Fed dan BI, BRI Danareksa Jagokan NCKL, MDKA, dan SMIL

IHSG Berpotensi Konsolidasi di Tengah Penantian The Fed dan BI, BRI Danareksa Jagokan NCKL, MDKA, dan SMIL

Market Gusti Tetiro18 Juni 2026 / 08:40 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Suhodo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak cenderung konsolidatif pada perdagangan Kamis (18/6/2026) di tengah sikap wait and see investor menjelang hasil keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menjadi katalis utama pasar keuangan dalam jangka pendek.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai pelaku pasar akan mencermati keputusan The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya. Di sisi lain, Bank Indonesia diproyeksikan kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam tekanan eksternal.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, hasil kedua agenda tersebut akan sangat menentukan arah pergerakan rupiah, arus modal asing, serta sentimen investor terhadap aset berisiko termasuk pasar saham Indonesia.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif dengan area support 6.071–5.931 dan resistance 6.300–6.350. Selama bertahan di atas area support, tren rebound menengah masih terjaga meskipun volatilitas diperkirakan meningkat menjelang berbagai agenda pasar pekan ini,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam kajian hariannya.

Tekanan terhadap IHSG juga datang dari sentimen global setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones terkoreksi 0,98%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,21% dan 1,34%, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support utama. Dalam kondisi pasar yang cenderung volatil, investor disarankan lebih selektif memilih saham dengan momentum teknikal yang masih kuat.

Baca Juga  Kata Bos Danantara Usai Sidak BEI Gara-gara IHSG Anjlok

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL).

Saham NCKL direkomendasikan beli dengan target harga Rp980-Rp1.050 per saham. Sementara MDKA berpotensi menguji target harga Rp2.850-Rp2.940 per saham, didukung prospek sektor logam yang masih menarik di tengah meningkatnya permintaan komoditas strategis global.

Adapun saham SMIL direkomendasikan dengan target harga Rp292-Rp300 per saham seiring masih terjaganya momentum teknikal dalam jangka pendek.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (17/6/2026), IHSG ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55% ke level 6.220. Meski indeks terkoreksi, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp2,77 triliun di seluruh pasar.

Menariknya, hampir seluruh nilai pembelian bersih tersebut terkonsentrasi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) yang mencatatkan net buy senilai Rp2,77 triliun.

Koreksi IHSG kemarin terutama dipicu oleh pelemahan sejumlah saham grup Prajogo Pangestu serta tekanan pada mayoritas sektor, termasuk sektor industri, energi, material dasar, konsumer primer, properti, dan transportasi.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham lapis dua dan lapis tiga justru mencuri perhatian dengan lonjakan harga signifikan. Saham BCIC melesat 35% menjadi Rp135, DEFI naik 30,63% ke Rp145, RONY menguat 24,58% ke Rp1.115, dan ATAP melonjak 24,43% ke Rp550. Selain itu, saham ESIP naik 28,83% menjadi Rp143, sementara KONI menguat 21,95% ke level Rp3.500.

Pelaku pasar kini menantikan hasil keputusan The Fed dan Bank Indonesia yang diperkirakan menjadi penentu arah berikutnya bagi IHSG, rupiah, serta aliran dana asing dalam beberapa hari mendatang. Jika sentimen global dan domestik berjalan sesuai ekspektasi pasar, peluang lanjutan rebound IHSG menuju area 6.300 masih terbuka.

Baca Juga  Pipeline Obligasi Korporasi Tembus Rp66 Triliun
BRI Danareksa Sekuritas headline IHSG MDKA NCKL
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenkeu Purbaya Kantongi Komitmen AIIB US$17 Miliar, Perkuat Sentimen Fiskal dan Pembiayaan Infrastruktur RI
Next Article 7 Fakta Inggris vs Kroasia: The Three Lions Menggila di Piala Dunia 2026

Berita Lainnya

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Beberapa Orang Diamankan

18 Juni 2026 / 10:27 WIB

Luhut Targetkan Perlinsos Rilis Oktober 2026

18 Juni 2026 / 09:27 WIB

Pasar Tunggu Putusan MSCI, Sektor Perbankan Berpotensi Jadi Motor Arus Dana Asing ke IHSG

18 Juni 2026 / 09:10 WIB

Menkeu Purbaya Kantongi Komitmen AIIB US$17 Miliar, Perkuat Sentimen Fiskal dan Pembiayaan Infrastruktur RI

18 Juni 2026 / 08:10 WIB

Fakta Portugal vs RD Kongo: Cristiano Ronaldo dan Rekor Hambar

18 Juni 2026 / 07:55 WIB

IHSG Diprediksi Sideways di Tengah Penantian The Fed dan BI

18 Juni 2026 / 07:40 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Perlahan Pulang dari Tenda: Jumlah Pengungsi Pascabencana Sumatra Terus Menyusut

Adi P29 Januari 2026 / 18:15 WIB

Jakarta Fair 2026, Bright Store by Pertamina Hadirkan Produk UMKM Lokal dan Promo Menarik

18 Juni 2026 / 10:30 WIB

Drama Injury Time! Panama Tumbang Dramatis di Piala Dunia 2026

18 Juni 2026 / 10:30 WIB

Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Beberapa Orang Diamankan

18 Juni 2026 / 10:27 WIB

Ronaldo Mandul Lagi! CR7 Catat Rekor Terburuk Bersama Portugal

18 Juni 2026 / 10:00 WIB

Jadwal Game 1 Final IBL 2026: Bogor Hornbills vs Pelita Jaya Jakarta 

18 Juni 2026 / 09:52 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.