Muenchen (Tutur.co.id) – Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, menatap leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 melawan Bayern Muenchen dengan sudut pandang yang tegas yakni layaknya sebuah partai final.
Pertemuan yang akan berlangsung di Allianz Arena, Munich, Kamis (16/4) pukul 02.00 WIB itu menjadi penentu langkah Madrid di kompetisi elite Eropa. Bellingham menegaskan pentingnya memulai pertandingan dengan intensitas tinggi, mengingat situasi yang dihadapi timnya.
Menurut pemain asal Inggris itu, setiap kekalahan dalam fase ini terasa seperti bencana, terlebih ketika Madrid datang dengan kondisi tertinggal agregat 1-2 setelah kekalahan di leg pertama di Santiago Bernabeu. Namun, ia menolak menganggap timnya sudah kalah sebelum bertanding.
Bellingham menekankan bahwa Real Madrid tetap memiliki ambisi besar untuk menutup musim dengan gelar juara, baik di Liga Champions maupun kompetisi domestik. Tekad tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan bakar utama tim untuk tampil habis-habisan di Munich.
Di sisi pribadi, Bellingham memastikan kondisinya telah kembali sepenuhnya setelah sempat mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen sejak Februari hingga pertengahan Maret 2026. Ia mengakui masa pemulihan tersebut menjadi fase yang tidak mudah, terutama dari sisi mental.
Namun, seiring kembalinya menit bermain, kepercayaan dirinya perlahan pulih dan berdampak pada peningkatan performa di lapangan.
Real Madrid sendiri memiliki alasan untuk waspada. Jika gagal membalikkan keadaan, mereka berpotensi tersingkir oleh Bayern Munich di fase gugur untuk pertama kalinya sejak musim 2011/2012, ketika mereka kalah melalui adu penalti di semifinal.
Meski demikian, sejarah juga mencatat dominasi Madrid dalam beberapa pertemuan terakhir di Liga Champions. Pada edisi 2013/2014, 2016/2017, 2017/2018, hingga 2023/2024, Los Blancos selalu berhasil menyingkirkan raksasa Jerman tersebut.

