Jakarta (tutur.co.id) – Banyak orang bangun tidur tanpa merasa segar, bahkan mengalami pegal atau nyeri di tubuh. Salah satu penyebabnya adalah posisi tidur yang kurang tepat.
Padahal, kualitas tidur sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk proses pemulihan sel. Posisi tidur yang salah dalam jangka panjang bisa memicu gangguan pada otot, tulang, hingga saraf.
Berikut beberapa posisi tidur yang sebaiknya dihindari karena berisiko bagi kesehatan, terutama tulang belakang:
1. Tidur Meringkuk (Posisi Fetal)
Posisi ini memang terasa nyaman bagi sebagian orang. Namun jika dilakukan secara berlebihan, tubuh akan terlalu membungkuk.
Akibatnya, tulang belakang dipaksa melengkung tidak alami dan dapat menyebabkan ketegangan otot, terutama di area punggung bawah. Selain itu, posisi ini juga bisa membatasi pernapasan dan meningkatkan risiko peradangan pada sendi.
2. Tidur Tengkurap
Tidur tengkurap sering disebut sebagai posisi paling buruk untuk tulang belakang. Posisi ini membuat lekukan alami tulang belakang menjadi rata.
Dampaknya, tekanan besar terjadi pada leher karena kepala harus diputar ke satu sisi. Hal ini dapat memicu nyeri leher, kaku otot, hingga gangguan pada bahu akibat posisi tangan yang tidak ideal.
3. Terlentang Tanpa Penopang Lutut
Tidur terlentang sebenarnya cukup baik, namun bisa menjadi masalah jika tanpa penopang di bawah lutut.
Kondisi ini membuat bagian bawah tulang belakang melengkung berlebihan, sehingga meningkatkan tekanan pada area punggung bawah. Solusinya, gunakan bantal kecil di bawah lutut untuk menjaga posisi tulang tetap netral.
4. Tidur dengan Tangan di Bawah Kepala
Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dapat berdampak pada saraf dan aliran darah.
Tekanan kepala pada tangan dalam waktu lama bisa menyebabkan kesemutan, mati rasa, bahkan gangguan pada pergelangan tangan. Selain itu, posisi ini juga memberi tekanan tambahan pada leher dan bahu.
5. Tidur dalam Posisi Duduk
Tertidur saat duduk, misalnya di sofa atau kursi, juga tidak disarankan.
Posisi ini tidak mendukung lekukan alami tulang belakang. Kepala yang condong ke depan dan tubuh yang bertumpu pada punggung bawah dapat menyebabkan otot bekerja lebih keras dan memicu nyeri.
Menjaga posisi tidur yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan tubuh.
Dengan memperbaiki kebiasaan tidur, risiko nyeri punggung, cedera otot, hingga gangguan saraf dapat diminimalkan. Jika keluhan terus berlanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis guna mendapatkan penanganan yang tepat. (sas)

