Washington (tutur.co.id)— Misi penyelamatan pilot jet tempur F-15 milik Amerika Serikat di Iran berujung pada kerugian besar setelah sejumlah aset udara bernilai tinggi dihancurkan di medan operasi.
Laporan media internasional, seperti The Wall Street Journal dan ABC News pada Minggu 5 April 2026, menyebut dua pesawat khusus MC-130J Commando II—masing-masing bernilai lebih dari 100 juta dolar AS (Setara RP1,7 Triliun)—dihancurkan selama misi berlangsung.
Pesawat tersebut digunakan dalam operasi penyusupan dan evakuasi pasukan khusus di wilayah musuh, namun mengalami kendala di lapangan dan akhirnya dihancurkan oleh pasukan AS sendiri untuk mencegah jatuh ke tangan Iran.
Keterlibatan helikopter ringan MH-6 Little Bird dalam operasi tersebut, yang digunakan untuk dukungan taktis dan mobilitas pasukan khusus. Beberapa unit helikopter ini juga dilaporkan ikut dihancurkan dalam operasi yang sama.
Di sisi lain, media Iran yang dikenal dekat dengan pemerintah Iran seperti Fars merilis gambar puing-puing pesawat yang diklaim sebagai hasil tembakan sistem pertahanan Iran, memperkuat narasi bahwa aset udara AS berhasil dijatuhkan.
Namun, laporan media barat menegaskan bahwa sebagian besar pesawat tidak ditembak jatuh, melainkan dihancurkan secara sengaja oleh militer AS setelah mengalami kegagalan operasional di lapangan.
Operasi ini merupakan bagian dari misi berisiko tinggi untuk mengevakuasi awak F-15 yang jatuh di wilayah Iran, yang melibatkan pasukan elite seperti SEAL Team 6 serta dukungan intelijen dan udara intensif.
Meski misi penyelamatan dinyatakan berhasil dengan evakuasi pilot, insiden ini menimbulkan kerugian material besar yang diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS.

