Teheran (tutur.co.id)— Media pemerintah Iran merilis foto-foto yang diklaim menunjukkan puing pesawat militer Amerika Serikat yang jatuh di wilayah selatan Isfahan, di tengah operasi militer yang sedang berlangsung. Gambar tersebut disiarkan oleh media resmi pemerintah Iran, Press TV pada Minggu, 5 April 2026, dengan narasi bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh dalam operasi gabungan angkatan bersenjata Iran.
Pesawat yang jatuh merupakan bagian dari operasi militer Amerika Serikat di wilayah tersebut, termasuk misi penyelamatan awak jet tempur yang sebelumnya ditembak jatuh. Iran juga mengklaim telah menghancurkan sejumlah aset udara AS, termasuk pesawat angkut C-130 dan helikopter Black Hawk dalam operasi yang sama.
The New York Times dan media barat lain menyebut bahwa setidaknya dua pesawat angkut militer AS mengalami kerusakan teknis dalam misi penyelamatan dan kemudian dihancurkan oleh pasukan AS sendiri untuk mencegah penyitaan oleh pihak Iran.
Operasi tersebut dilakukan dalam rangka mengevakuasi awak jet tempur F-15 yang jatuh di wilayah Iran, yang akhirnya pilot dan co=pilotnya berhasil diselamatkan setelah misi berisiko tinggi.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memuji keberhasilan militer Iran menembak jatuh pesawat Amerika Serikat di wilayah selatan Isfahan di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat. Pernyataan tersebut disampaikan Qalibaf pada Sabtu, 4 April 2026, dan dikutip oleh media pemerintah Iran termasuk Press TV.
Dalam pernyataannya, Qalibaf menyebut keberhasilan tersebut sebagai pukulan serius bagi militer Amerika Serikat, bahkan menyindir bahwa jika Washington mengalami “tiga kemenangan lagi seperti ini”, maka Amerika akan “hancur total”.
Komentar tersebut muncul setelah Iran mengklaim telah menembak jatuh sejumlah aset udara AS, termasuk jet tempur dan pesawat pendukung dalam operasi penyelamatan pilot di wilayah Isfahan.

