Jakarta – (tutur.co.id) – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri mempertanyakan proses hukum yang saat ini sedang berlangsung terhadap tersangka kasus penyiraman air keras yang dialami oleh masyarakat sipil.
Meski tak menyebut secara gamblang, namun pernyataan itu besar kemungkinan mengarah kepada kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) yakni Andrie Yunus yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Dalam kesempatan itu, Megawati merasa prihatin terhadap penanganan kasus tersebut yang seharusnya melalui pengadilan sipil bukan pengadilan militer.
“Saya prihatin sekali yang masalah anak yang disiram air keras. Nah, saya lihat saya gak akan sebut namanya. Loh, kok lucu ya?,” kata Mega saat pidato sambutan Pengukuhan Guru Besar Emeritus Universitas Borobudur Arief Hidayat, Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2025.
Lantas ia mengajak semua orang yang hadir untuk mengkritisi dan melihat kasus ini secara objektif.
“Ini pertanyaan bagi para orang pintar bahwa sebenarnya kalau seperti itu pengadilannya apakah harus pengadilan militer ataukah pengadilan sipil Bolehkah seseorang itu yang menjadi korban itu meminta melalui pengadilan? Pengadilan apa yang dia inginkan? Monggo. Tolong dijawab,” tanya Mega.
Penanganan kasus ini menurutnya terasa janggal, terlebih pengalamannya pernah menjadi wakil presiden Indonesia, sehingga cuku memahami terhadap prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.
“Pusing saya. Saya ini pernah yang namanya wapres. Saya ini pernah yang sampai hari ini masih disebut presiden kelima. Jadi saya melihat melihat hukum formal Indonesia apakah begini ya hanya seenak-enaknya saja,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa semua orang setara di mata hukum, sehingga tidak boleh ada warga negara yang tak mendapatkan keadilan.
“Setiap warga negara mempunyai hak yang sama di mata hukum. Artinya apa? ya orang miskin, orang yang namanya disable, orang yang mungkin juga gila tapi dia sebenarnya ingin menentukan sesuatu bagi dirinya. Nah mana hukum bagi mereka? Ayo jawab kalau ada yang berani jawab,” pungkasnya.

