Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Dari Penebang Kayu ke Pemandu Wisata: Transformasi Warga Desa Nyarai

Dari Penebang Kayu ke Pemandu Wisata: Transformasi Warga Desa Nyarai

Daerah Galuh Parantri08 April 2026 / 19:45 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ritno Kurniawan penggerak ekowisata berbasis pelestarian alam, Desa Sejahtera Astra Nyarai, Sumatra Barat. (Foto: Tutur/Astra)
Ritno Kurniawan penggerak ekowisata berbasis pelestarian alam, Desa Sejahtera Astra Nyarai, Sumatra Barat. (Foto: Tutur/Astra)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Padang Pariaman (tutur.co.id)- Perubahan di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Sumatra Barat, bermula dari langkah Ritno Kurniawan. Dulu menggantungkan hidup dari menebang kayu, kini ia menjadi penggerak ekowisata berbasis pelestarian alam.

Sebelumnya, mayoritas warga desa bekerja sebagai penebang kayu dengan penghasilan sekitar Rp100 ribu per angkut. Selain berisiko tinggi, aktivitas ini juga berdampak pada kerusakan lingkungan kawasan Bukit Barisan.

Melihat potensi alam Nyarai. Mulai dari jalur trekking, lubuk alami, hingga arung jeram—Ritno mendorong warga beralih ke sektor wisata. Pendekatan persuasif dan pendampingan perlahan membuka peluang baru.

“Dengan pendampingan, masyarakat mulai percaya diri menjadi pemandu wisata dengan penghasilan rata-rata Rp400–500 ribu per minggu,” ujar Ritno, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.

Transformasi ini diperkuat melalui program Desa Sejahtera Astra yang menghadirkan pelatihan, peralatan, dan pengembangan atraksi wisata. Dalam waktu singkat, warga mulai memiliki keterampilan sebagai pemandu wisata profesional.
Saat ini, sebanyak 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 warga terlibat aktif dalam pengelolaan wisata. Ekonomi desa pun ikut bergerak, ditandai dengan munculnya homestay dan usaha pendukung lainnya.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menyebut pengembangan ekowisata ini menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi dapat berjalan beriringan.
Ke depan, Desa Nyarai diharapkan terus berkembang sebagai model desa wisata berkelanjutan yang memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Baca Juga  Maknai Iduladha, Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban
Astra CSR ekowisata
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTrump Setujui 10 Tuntutan Iran ke AS Soal Gencatan, Apa Saja?
Next Article Video: Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Rusia: Konflik Harus Dikembalikan ke Jalur Diplomasi

Berita Lainnya

Pertamina Dukung Proyek PSEL Kertamantul, Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

17 Juli 2026 / 13:15 WIB

Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo Hasilkan 958 Kilogram, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Indramayu

16 Juli 2026 / 19:27 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL IDEAS 2026, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Maritim

13 Juli 2026 / 20:02 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Lestarikan Tenun Ikat dan Berdayakan Perempuan

08 Juli 2026 / 20:02 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Arus Mudik 2026 Tembus 143,9 Juta Pemudik, Ini Strategi Pemerintah dan Polri

Sasha Widiawati19 Maret 2026 / 00:32 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.