Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hiburan»Dari “Marsinah” hingga “Norma Rae”, Simak Potret Martabat Manusia Buruh dalam Sejumlah Film

Dari “Marsinah” hingga “Norma Rae”, Simak Potret Martabat Manusia Buruh dalam Sejumlah Film

Hiburan Gusti Tetiro01 Mei 2026 / 04:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Hari Buruh atau May Day (Foto: Tutur/AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Perjuangan buruh pada hakikatnya adalah perjuangan manusia untuk mempertahankan martabatnya. Dalam pandangan masyarakat beriman, manusia adalah gambaran dan citra Allah yang tidak boleh direndahkan oleh sistem, kekuasaan, maupun sesama manusia. Karena itu, penindasan dan eksploitasi buruh bukan sekadar pelanggaran sosial, melainkan juga penghinaan terhadap Sang Pencipta.

Realitas getir ini tidak hanya hadir dalam sejarah, tetapi juga direkam dengan kuat melalui film. Sinema menjadi medium penting untuk menghadirkan suara kaum pekerja—mengungkap ketidakadilan, sekaligus memanusiakan manusia melalui cerita yang menyentuh dan reflektif.

Sejumlah film, baik nasional maupun internasional, telah mengangkat tema perjuangan buruh dari berbagai perspektif.

 

Film Nasional: Suara dari Pinggiran

Film Marsinah: Cry Justice mengangkat kisah nyata Marsinah, buruh pabrik di Sidoarjo yang tewas pada 1993 setelah memperjuangkan hak rekan-rekannya. Film ini menyoroti keberanian buruh perempuan melawan ketidakadilan, sekaligus membuka luka pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya terungkap.

Sementara itu, Sang Penari karya Ifa Isfansyah menghadirkan potret buruh tani dan rakyat kecil dalam pusaran konflik politik 1960-an. Adaptasi dari karya Ahmad Tohari ini menunjukkan bahwa “buruh” tidak hanya hadir di pabrik, tetapi juga di ladang dan desa-desa yang terpinggirkan.

Film independen Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo menampilkan kehidupan buruh informal di kampung miskin. Dengan visual hitam-putih, film ini menggambarkan ketimpangan sosial dan ketergantungan pada kekuasaan lokal yang kerap menindas.

Kisah lain hadir dalam Istirahatlah Kata-Kata karya Yosep Anggi Noen, yang mengisahkan pelarian Wiji Thukul. Film ini menampilkan sisi sunyi perjuangan aktivis buruh yang berhadapan dengan represi politik.

 

Film Internasional: Perlawanan dan Harapan

Dari luar negeri, Norma Rae menjadi salah satu film paling ikonik tentang perjuangan buruh. Diangkat dari kisah nyata, film ini menampilkan keberanian seorang pekerja pabrik tekstil dalam memperjuangkan pembentukan serikat buruh, meski harus menghadapi tekanan dan ancaman.

Baca Juga  Ekonom UI: Orang Desa Bisa Kena Dampak Kurs, Pernyataan Presiden Prabowo Bisa Membawa Kebijakan Salah Arah

Film Made in Dagenham mengangkat perjuangan buruh perempuan di Inggris yang menuntut kesetaraan upah. Aksi mogok mereka menjadi tonggak penting lahirnya kebijakan upah setara di negara tersebut.

Sementara itu, F.I.S.T. menggambarkan dinamika kompleks dalam dunia serikat pekerja—antara idealisme, kekuasaan, hingga godaan korupsi. Film ini menunjukkan bahwa perjuangan buruh tidak selalu hitam-putih.

Film Roma karya Alfonso Cuarón menghadirkan perspektif berbeda, yakni dari sudut pandang pekerja rumah tangga. Sosok Cleo mencerminkan kerentanan buruh domestik yang kerap tak terlihat, namun memiliki peran vital dalam kehidupan keluarga majikan.

 

Refleksi: Buruh, Martabat, dan Kemanusiaan

Beragam film tersebut menunjukkan bahwa isu buruh bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat manusia. Dari pabrik hingga rumah tangga, dari desa hingga kota, buruh hadir dalam berbagai wajah—namun menghadapi tantangan yang serupa: ketidakadilan, ketimpangan, dan perjuangan untuk diakui.

Film-film ini mengingatkan bahwa perjuangan buruh adalah perjuangan universal. Ia melampaui batas negara, ideologi, dan zaman. Di dalamnya, tersimpan pesan kuat bahwa setiap manusia berhak diperlakukan secara adil, dihormati, dan dimanusiakan.

film perjuangan buruh hak pekerja headline Marsinah Cry Justice Norma Rae
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemerintah Hadir di May Day 2026, Dudung Pastikan Suara Buruh Didengar
Next Article Mengenal Ajaran Sosial Gereja Katolik tentang Buruh: Martabat Manusia, Upah Adil, dan Hak Pekerja

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Ambruk ke Level 6.370, Pasar Belum Respons Positif Kunjungan Dasco ke BEI

Gusti Tetiro19 Mei 2026 / 16:38 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.