Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Daftar Negara dengan Transportasi Kereta Paling Aman di Dunia

Daftar Negara dengan Transportasi Kereta Paling Aman di Dunia

Internasional Ridzka Putri Ananda14 Mei 2026 / 10:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Penampakan kereta cepat Woosh. Foto: KCIC.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Kecelakaan kereta di Bekasi Timur bulan lalu masih menyisakan duka mendalam. Saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi. Yang jelas, Indonesia harus belajar banyak terkait keamanan moda transportasi termasuk kereta api dengan melihat negara-negara lain.

Ya, peristiwa di Bekasi tersebut tentu langsung mematik pertanyaan besar, seberapa aman sebenarnya sistem kereta di dunia? Dan apakah ada negara yang nyaris tanpa kecelakaan?

Kalau bicara soal keselamatan kereta, Jepang hampir selalu jadi acuan global. Sistem kereta cepatnya, Shinkansen, dikenal punya rekor yang sangat sulit ditandingi. Sejak pertama beroperasi tahun 1964, tidak ada kematian penumpang akibat kecelakaan tabrakan atau kereta anjlok.

Dilansir dari Nippon, Kamis 14 Mei 2026, jaringan Shinkansen tidak mencatat kematian penumpang akibat kecelakaan seperti tabrakan atau anjlok sejak pertama kali beroperasi. Rekor ini bukan kebetulan, tapi hasil desain sistem yang memang dibuat untuk menghindari kecelakaan sejak awal.

Jalur Shinkansen dipisahkan dari jalur lain dan tidak memiliki perlintasan sebidang dengan jalan raya. Ditambah lagi, sistem kontrol otomatis memastikan kereta berhenti atau melambat sebelum risiko terjadi.

Selain Jepang, negara-negara Eropa seperti Swiss dan Belanda juga dikenal memiliki tingkat keselamatan tinggi. Sistem mereka modern, terintegrasi, dan diawasi ketat oleh regulator transportasi. Kecelakaan memang tetap ada, tapi sangat jarang terjadi dalam skala besar. Ini menunjukkan bahwa kombinasi teknologi dan manajemen jadi faktor kunci keselamatan.

Berbeda dengan itu, India menjadi negara dengan tingkat kecelakaan kereta yang relatif tinggi. Data resmi dari National Crime Records Bureu menunjukkan bahwa ribuan kematian terkait perkeretaapian terjadi setiap tahun, Sebagian besar disebabkan oleh insiden di jalur rel.

Baca Juga  Harga Emas Perhiasan Kompak Stabil, Pasar Tunggu Arah Sentimen Global

Salah satu yang terbaru adalah kecelakaan pada Juni 2023 di Odisha India yang beberapa kereta dan menyebabkan lebih dari 280 orang meninggal dunia, menjadikannya salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah India.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa keselamatan kereta bukan hanya soal teknologi, tapi juga sistem secara keseluruhan. Negara dengan jalur khusus, kontrol otomatis, dan disiplin operasional tinggi cenderung jauh lebih aman. Sementara negara dengan jaringan kompleks dan campuran penggunaan jalur menghadapi risiko lebih besar.

Pada akhirnya, kereta tetap termasuk transportasi paling aman secara global dibanding kendaraan jalan raya. Namun, standar keamanannya sangat bergantung pada bagaimana sistem itu dirancang dan dijalankan. Kasus Bekasi menjadi pengingat bahwa tanpa pengelolaan yang tepat, risiko sekecil apa pun bisa berujung fatal.

headline Jepang kecelakaan kereta Kereta Kereta Api Kereta Cepat shinkansen tabrakan kereta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOPEC Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Permintaan Minyak Global 2026 Jadi 1,2 Juta Barel per Hari
Next Article ESG Batu Bara Dinilai Perlu Pengawasan Menyeluruh, Dari Emisi hingga Dampak Sosial

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Pipeline Obligasi Korporasi Tembus Rp66 Triliun

Gusti Tetiro16 April 2026 / 09:38 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.