Jakarta (tutur.co.id) – Kecelakaan kereta di Bekasi Timur bulan lalu masih menyisakan duka mendalam. Saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi. Yang jelas, Indonesia harus belajar banyak terkait keamanan moda transportasi termasuk kereta api dengan melihat negara-negara lain.
Ya, peristiwa di Bekasi tersebut tentu langsung mematik pertanyaan besar, seberapa aman sebenarnya sistem kereta di dunia? Dan apakah ada negara yang nyaris tanpa kecelakaan?
Kalau bicara soal keselamatan kereta, Jepang hampir selalu jadi acuan global. Sistem kereta cepatnya, Shinkansen, dikenal punya rekor yang sangat sulit ditandingi. Sejak pertama beroperasi tahun 1964, tidak ada kematian penumpang akibat kecelakaan tabrakan atau kereta anjlok.
Dilansir dari Nippon, Kamis 14 Mei 2026, jaringan Shinkansen tidak mencatat kematian penumpang akibat kecelakaan seperti tabrakan atau anjlok sejak pertama kali beroperasi. Rekor ini bukan kebetulan, tapi hasil desain sistem yang memang dibuat untuk menghindari kecelakaan sejak awal.
Jalur Shinkansen dipisahkan dari jalur lain dan tidak memiliki perlintasan sebidang dengan jalan raya. Ditambah lagi, sistem kontrol otomatis memastikan kereta berhenti atau melambat sebelum risiko terjadi.
Selain Jepang, negara-negara Eropa seperti Swiss dan Belanda juga dikenal memiliki tingkat keselamatan tinggi. Sistem mereka modern, terintegrasi, dan diawasi ketat oleh regulator transportasi. Kecelakaan memang tetap ada, tapi sangat jarang terjadi dalam skala besar. Ini menunjukkan bahwa kombinasi teknologi dan manajemen jadi faktor kunci keselamatan.
Berbeda dengan itu, India menjadi negara dengan tingkat kecelakaan kereta yang relatif tinggi. Data resmi dari National Crime Records Bureu menunjukkan bahwa ribuan kematian terkait perkeretaapian terjadi setiap tahun, Sebagian besar disebabkan oleh insiden di jalur rel.
Salah satu yang terbaru adalah kecelakaan pada Juni 2023 di Odisha India yang beberapa kereta dan menyebabkan lebih dari 280 orang meninggal dunia, menjadikannya salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah India.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa keselamatan kereta bukan hanya soal teknologi, tapi juga sistem secara keseluruhan. Negara dengan jalur khusus, kontrol otomatis, dan disiplin operasional tinggi cenderung jauh lebih aman. Sementara negara dengan jaringan kompleks dan campuran penggunaan jalur menghadapi risiko lebih besar.
Pada akhirnya, kereta tetap termasuk transportasi paling aman secara global dibanding kendaraan jalan raya. Namun, standar keamanannya sangat bergantung pada bagaimana sistem itu dirancang dan dijalankan. Kasus Bekasi menjadi pengingat bahwa tanpa pengelolaan yang tepat, risiko sekecil apa pun bisa berujung fatal.

