Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Pipeline Obligasi Korporasi Tembus Rp66 Triliun

Pipeline Obligasi Korporasi Tembus Rp66 Triliun

Market Gusti Tetiro16 April 2026 / 09:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Suhodo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — PT Pemeringkat Efek Indonesia mencatat total mandat penerbitan surat utang korporasi yang masuk dalam pipeline mencapai Rp66,28 triliun per 31 Maret 2026. Nilai tersebut berasal dari rencana aksi 45 perusahaan yang tengah bersiap menghimpun dana melalui instrumen utang di pasar modal.

Besarnya pipeline ini mencerminkan masih kuatnya kebutuhan pendanaan korporasi di tengah dinamika suku bunga dan ketidakpastian global. Aktivitas ini juga menjadi sinyal bahwa pasar surat utang tetap menjadi alternatif strategis bagi perusahaan dalam menjaga ekspansi bisnis.

Chief Economist Pefindo, Suhindarto, mengungkapkan bahwa sektor pembiayaan konsumtif–otomotif atau multifinance menjadi kontributor terbesar dalam pipeline tersebut.

“Sektor multifinance mendominasi pipeline dengan enam perusahaan yang menyiapkan emisi senilai sekitar Rp11 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (15/4/2026).

Selain multifinance, sektor perbankan juga menunjukkan aktivitas signifikan dengan rencana penerbitan mencapai Rp9,18 triliun. Sementara itu, entitas terkait pemerintah di sektor layanan publik mencatatkan pipeline sebesar Rp7,05 triliun.

Dari sisi instrumen, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi masih menjadi pilihan utama emiten dengan nilai mencapai Rp32,98 triliun. Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam melakukan penerbitan secara bertahap sesuai kebutuhan pendanaan.

“PUB obligasi tetap menjadi primadona, diikuti obligasi non-PUB, PUB sukuk, sukuk, dan instrumen lainnya seperti MTN, surat berharga perpetual, serta sekuritisasi,” jelas Suhindarto.

Dari sisi kepemilikan, perusahaan non-BUMN terlihat lebih agresif dalam memanfaatkan pasar surat utang. Tercatat sebanyak 33 perusahaan swasta menyiapkan rencana emisi dengan total nilai Rp48,81 triliun.

Sementara itu, kelompok BUMN dan entitas terkait—termasuk anak usaha BUMN dan BUMD—terdiri dari 12 perusahaan dengan total pipeline sebesar Rp17,47 triliun.

Pefindo menilai prospek pasar surat utang korporasi sepanjang 2026 masih akan tetap solid. Lembaga pemeringkat ini memproyeksikan total emisi berada pada kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun, dengan titik tengah Rp175,77 triliun.

Baca Juga  Harga Emas Antam Diproyeksi Fluktuatif, Analis Bidik Support Rp2,92 Juta per Gram

Salah satu faktor pendorong utama adalah besarnya nilai surat utang jatuh tempo pada periode Mei hingga Desember 2026 yang mencapai Rp124,12 triliun, sehingga mendorong kebutuhan refinancing oleh korporasi.

Selain itu, kondisi makroekonomi domestik yang relatif terjaga juga menjadi penopang optimisme pasar.

“Dengan dukungan faktor makro dan kebutuhan pendanaan korporasi yang tinggi, pasar surat utang diperkirakan tetap menjadi opsi pendanaan yang kompetitif di tengah dinamika suku bunga dan volatilitas pasar keuangan,” pungkas Suhindarto.

obligasi korporasi Pasar Surat Utang Pefindo pipeline obligasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadwal Semifinal Liga Champions 2026: PSG vs Bayern, Arsenal Hadapi Atletico
Next Article Sidang Tuntutan Tiga Terdakwa Korupsi Chromebook Digelar Hari Ini

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jemaah Haji Kloter 3 Jalani Puncak Haji dengan Skema Murur dan Tanazul

Toto Pribadi28 Mei 2026 / 10:57 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.