Jakarta (tutur.co.id) — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah antisipatif dengan mengganti menu telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara waktu menggunakan ikan, menyusul kekhawatiran lonjakan harga pangan menjelang Ramadan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga telur dan mencegah beban tambahan bagi rumah tangga.
Wakil Ketua BGN Nanik S. Deyang menjelaskan, kebijakan penggantian telur dengan ikan di program MBG dilakukan karena jutaan porsi makanan yang disajikan setiap hari berpotensi mendorong permintaan telur yang tinggi. Hal ini dikhawatirkan memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
“Untuk sementara, menu MBG tidak menggunakan telur dulu. Harus diganti dengan ikan. Kita mengalah dulu dengan telurnya,” ujar Nanik, Jumat (9/1/2026).
Langkah serupa sebelumnya juga diterapkan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Saat itu, BGN membatasi penggunaan telur untuk menekan lonjakan harga, dan menggantinya dengan sumber protein lain seperti daging sapi. Menurut Nanik, kebijakan tersebut berhasil menjaga kestabilan harga dan kebutuhan gizi penerima manfaat MBG tetap terpenuhi.
“Kita pakai daging sapi waktu itu, dan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Nanik menekankan, meski menu diganti, standar gizi dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas. Seluruh bahan pangan alternatif akan disertifikasi dan disesuaikan agar nilai gizinya setara dengan telur.
“Jadi nanti akan kita sesuaikan dan disertifikasi ke pangan lainnya, dengan tetap menjaga kualitas gizi,” ujar Nanik.
Langkah BGN ini menunjukkan upaya pemerintah meminimalkan dampak fluktuasi harga bahan pokok terhadap masyarakat, terutama bagi penerima manfaat program MBG yang sebagian besar berasal dari keluarga berpendapatan rendah. Menurut pengamat pangan, kebijakan substitusi menu seperti ini bisa menjadi model adaptasi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara penyediaan gizi dan stabilitas harga.
Namun, para ahli juga mengingatkan pentingnya monitoring harga secara real time, karena substitusi komoditas bisa menimbulkan tekanan pada pasar protein lain, seperti ikan atau daging sapi, apabila permintaan melonjak mendadak.
BGN memastikan program MBG akan terus berjalan secara berkelanjutan, dengan penyesuaian menu yang fleksibel, menjaga gizi penerima manfaat, dan menahan inflasi pangan menjelang Ramadan.

