Jakarta (tutur.co.id)- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) merehabilitasi 50 hektare hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi, sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan berkelanjutan. Program yang sejalan dengan momentum Hari Bumi ini juga memberikan dampak ekonomi bagi sekitar 5.000 masyarakat pesisir, berdasar keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa kawasan Teluk Pangpang memiliki fungsi ekologis penting namun sebelumnya mengalami degradasi akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan. Ia menegaskan, program ini menjadi upaya nyata perusahaan dalam memulihkan ekosistem sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
Program rehabilitasi mangrove ini dijalankan melalui inisiatif BNI Berbagi dengan melibatkan masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah. Kegiatan mencakup penanaman, pemeliharaan hingga pengembangan kawasan berbasis komunitas.
Selain memulihkan fungsi ekologis sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi dan banjir rob, program ini juga membuka peluang ekonomi baru. Masyarakat kini mengembangkan ekowisata, budidaya kepiting soka, hingga pembibitan mangrove yang memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal.
BNI menilai investasi di sektor lingkungan tak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, perseroan berencana memperluas program serupa dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan agar dampaknya semakin besar.

