Jakarta (tutur.co.id) — PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen final sebesar Rp292 per saham dengan total nilai mencapai sekitar Rp15,7 triliun. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.
Dividen tersebut dijadwalkan akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Secara keseluruhan, perseroan menetapkan total dividen tunai sebesar Rp15,66 triliun atau setara 47,82% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp32,76 triliun.
Sebelumnya, Astra juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp98 per saham dengan total nilai Rp3,96 triliun pada 31 Oktober 2025.
Manajemen menyampaikan bahwa total dividen tunai yang dibagikan dapat berubah, menyesuaikan dengan jumlah saham yang berhak menerima dividen, seiring dengan program pembelian kembali saham (share buyback) yang masih berlangsung.
RUPST juga memberikan kewenangan kepada direksi untuk melaksanakan pembagian dividen serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam proses tersebut.
“Pembayaran dividen akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perpajakan, Bursa Efek Indonesia, dan regulasi pasar modal lainnya yang berlaku,” ujar Chief Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, di Menara Astra, Kamis (23/4/2026).
Sementara itu, sisa laba bersih perusahaan minimal sebesar Rp17,09 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan. Nilai akhir laba ditahan akan bergantung pada realisasi total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.

