Jakarta (tutur.co.id) – Isu pengelolaan sampah kini tak lagi berhenti di ruang diskusi. Di lingkungan kantor, langkah kecil mulai diambil. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, meluncurkan program Dropbox Sampah Kertas sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari 2026.
Dua dropbox ditempatkan di Grha BNI, Dukuh Atas, dan Menara BNI, Pejompongan, Jakarta. Dari titik inilah BNI membangun kebiasaan baru: memilah limbah kertas sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan dalam siaran pers yang diterima Redaksi Tutur, inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional sehari-hari.
“Lebih dari sekadar menyediakan tempat pembuangan, program ini menjadi langkah nyata BNI Grup dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus mengurangi beban TPA yang semakin kritis di kota-kota besar. Momentum HPSN menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Okki.
Kertas yang terkumpul tidak dibuang. Limbah itu diolah kembali menjadi planting paper yaitu kertas buatan tangan yang mengandung benih tanaman dan dapat tumbuh setelah digunakan. Siklus hidup material diperpanjang, nilai tambah pun tercipta.
Keterlibatan BNI Ventures menandai peran strategis anak usaha dalam mendorong solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan BNI Grup. Program ini juga dijalankan melalui kolaborasi dengan PaperPods, startup yang memperkenalkan circular paper dropbox di Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, limbah kertas perkantoran didaur ulang secara handmade oleh perajin perempuan senior, sekaligus membuka ruang pemberdayaan komunitas.
Seluruh proses pengelolaan dilengkapi sistem pelacakan digital untuk mengukur dampak lingkungan secara transparan—mulai dari volume kertas yang dialihkan dari TPA, estimasi emisi karbon yang dihindari, hingga potensi pohon yang terselamatkan.
Lewat kolaborasi induk usaha, anak perusahaan, dan mitra startup, BNI ingin memastikan praktik ramah lingkungan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Di balik sebuah dropbox sederhana, ada upaya membangun budaya baru: bahwa keberlanjutan adalah bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar slogan.

