Jakarta (tutur.co.id) – Ketua Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Abdullah Ubaid berbicara blak-blakan terkait penangkapan bos-bos Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Ubaid, langkah bersih-bersih di banda yang menaungi program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu sudah terlambat.
Hal itu diungkapkan Abdullah Ubaid saat menjadi bintang tamu podcast Bang Don Zuper Opini dengan host Don Bosco Selamun. Abdullah Ubaid memang menjadi salah satu sosok yang selama ini vokal mengritrik program andalan Presiden Prabowo Subianto itu. Dan salah satu fokusnya, program ini telah merampas anggaran pendidikan.
Terkait dengan penangkapan bos-bos BGN termasuk eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, oleh Kejaksaan Agung beberapa hari lalu, Abdullah Ubaid memandangnya sudah terlambat. “Ya, mestinya dari dulu, karena ini sudah terlambat. Sekarang sudah bulan Juni, sudah berapa triliun uang yang dihabiskan MBG ini?” kata Ubaid.
Yang membuat Ubaid semakin miris, uang yang dimaling bos-bos BGN itu diambil dari dana Pendidikan. Padahal saat ini, dana APBN untuk mendukung sector Pendidikan masih sangat kekurangan terutama untuk membangun infrastruktur sekolah.
“Sekolah Dasar saja bang, lebih dari 60 persen dalam kondisi rusak. Kemarin ada anak sekolah lagi belajar, ambruk. Itu banyak terjadi di berbagai daerah. Lalu guru digaji Rp300.000, bahkan sekarang banyak pemerintah daerah karena dana transfernya menipis, mereka malah memecat guru. Sangat mengenaskan sekali,” kata Ubaid.
Mirisnya lagi, lanjut Ubaid, saat dunia Pendidikan tengah membutuhkan perhatian khusus justru program MBG dengan kedok Pendidikan telah melahirkan kesenjangan. Mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mewah, hingga pembelian ugal-ugalan motor trail dan mobil operasional.
“Tapi itu SD rusak, ndoyong (miring) mau roboh bersebelahan satu tembok dengan SPPG mewah. Sangat kontras sekali padahal itu menggunakan dana Pendidikan. Itu yang membuat kami tak habis fikir,” kata Abdullah Ubaid.
Ubaid juga menyoroti rencana Presiden Prabowo untuk mensejahterakan karyawan SPPG yang menurutnya sangat dzolim mengingat banyak guru yang saat ini nasibnya jauh dari kata sejahtera.
“Dan celakanya, guru menuntut kesejahteraan. Mereka yang statusnya honorer ingin diangkat P3K. Tapi Presiden malah memilih mengangkat karyawan SPPG jadi P3K, bukan guru. Padahal ini menggunakan dana Pendidikan,” kata Ubaid.
Abdullah Ubaid juga membeberkan beberapa fakta menarik mulai dari kondisi real amburadulnya program MBG ini hingga terkait target pemenuhan gizi yang tak terlihat di lapangan. Nah, buat kawan Tutur, jangan lupa menyimak perbincangan menarik Abdullah Ubaid dengan host Don Bosco Selamun yang akan tayang di Tutur TV hari ini pukul 15.00 WIB.

