Jakarta (tutur.co.id) – Mama Yasinta Moiwend dikabarkan mendapat intimidasi dari intelijen setelah wajahnya menghiasi film dokumenter Pesta Babi. Hal ini pula yang diyakini menjadi alasan tokoh lingkungan Papua ini berbalik arah ‘pro’ pemerintah.
Kabar Mama Yasinta mendapat intimidasi dari pihak aparat dalam hal ini intelijen negara juga telah beredar luas di jagat maya. Beberapa akun di media sosial baik Instagram, X atau TikTok menyebarluaskan kabar intimidasi yang dialaminya.

Salah satunya akun Instagram @tiet_bosawer milik aktivis Rutce S Bosawer. Dalam unggahannya, Rutce dengan jelas menuliskan bahwa Mama Yasinta Moiwend diwawancarai secara paksa oleh intelijen militerisme hanya karena alasan cover dokumenter film Pesta Babi.
“Situasi seperti ini memperlihatkan bagaimana ruang berekspresi dan kebebasan berkarya masih sering dipandang sebagai ancaman. Padahal dokumenter, foto, dan karya visual adalah bagian dari suara masyarakat untuk menceritakan kenyataan hidup yang mereka alami sendiri,” lanjut tulisan Rutce.
Dalam unggahannya, akun @tiet_bosawer ini juga mempertanyakan kenapa hanya karena sebuah cover film dapat memicu tekanan dan intimidasi terhadap mama yasinta. “Maka publik patut bertanya: mengapa suara dan perjuangan dari Papua begitu ditakuti?” tambahnya.
“Seharusnya karya dokumenter dijawab dengan dialog, keterbukaan, terhadap kebebasan berekspresi, bukan dengan tekanan yang menimbulkan rasa takut, trauma di tengah masyarakat. Mama Yasinta bukan musuh negara. Mama adalah penjaga kehidupan, penjaga keluarga, dan saksi atas realitas yang terjadi di tanah papua,” tulis Rutce.

Sebelumnya memang ramai dikabarkan sikap ‘berbalik arah’ Mama Yasinta terkait film dokumenter yang mengekspos kondisi Papua saat ini yang sedang dieksploitasi hutannya dengan dalih Proyek Stragegis Nasional (PSN) ataupun Food Estate.
Jika sebelumnya tampak mendukung bahkan beberapa hadir dalam acara pemutaran film, namun terbaru Mama Yasinta mengaku telah dimanfaatkan dalam proyek film dokumenter itu. Bahkan ia mendesak pemutaran film itu dihentikan.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus mencoba melakukan konfirmasi terhadap Mama Yasinta dan pihak aparat terkait.

