Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Mobil»Toyota dan BMW Lagi Mesra, Duet Produksi Mobil Hidrogen

Toyota dan BMW Lagi Mesra, Duet Produksi Mobil Hidrogen

Mobil Rizky Alfiantiko25 Mei 2026 / 18:54 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pabrik kendaraan hidrogen menampilkan proses produksi teknologi fuel cell yang dipersiapkan sebagai masa depan industri otomotif ramah lingkungan.(Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tokyo (tutur.co.id) Mobil listrik berbasis baterai memang sedang mendominasi industri otomotif global. Namun di tengah tren tersebut, BMW dan Toyota justru memilih jalur berbeda dengan mempercepat pengembangan kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Kolaborasi dua raksasa otomotif ini kembali jadi sorotan setelah Menteri Transportasi Jerman, Patrick Schnieder, melakukan kunjungan langsung ke fasilitas fuel cell Toyota di Jepang.

Menariknya, Schnieder datang menggunakan BMW iX5 Hydrogen dan pulang memakai Toyota Crown FCEV. Kedua kendaraan itu sama-sama menggunakan teknologi fuel cell hidrogen untuk menghasilkan listrik sebagai tenaga penggerak.

Momen tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi juga menunjukkan keseriusan Jerman dan Jepang dalam membangun masa depan transportasi berbasis hidrogen.

BMW dan Toyota saat ini sedang mengembangkan generasi ketiga teknologi fuel cell secara bersama-sama. Bahkan BMW sampai mengirim tiga pegawainya khusus ke Jepang demi mempercepat proses pengembangan tersebut. Fokus utama mereka adalah menciptakan sistem fuel cell yang lebih ringkas, lebih efisien, dan lebih mudah diproduksi secara massal.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, BMW akan mulai memproduksi sistem hidrogen itu di Austria, sementara Toyota akan memproduksinya di Jepang. BMW sendiri menargetkan mobil hidrogen produksi massal pertamanya meluncur pada 2028. Toyota juga disebut bakal menyematkan teknologi baru ini ke model hidrogen yang sudah mereka miliki, meski detail resminya masih dirahasiakan.

Pemerintah Jerman melihat hidrogen hijau sebagai salah satu solusi besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan baterai. Patrick Schnieder mengatakan bahwa kerja sama Toyota dan BMW bisa membuka jalan menuju rantai pasokan energi yang lebih luas dan stabil. Sejak kemitraan energi Jerman-Jepang dimulai pada 2019, kedua negara memang terus memperkuat proyek hidrogen di berbagai sektor industri.

Baca Juga  Geger Impor Kendaraan Pickup India, Agrinas Coba Berkelit

Namun tantangan terbesar saat ini masih soal infrastruktur dan biaya produksi. Hidrogen hijau dinilai jauh lebih mahal dibanding bahan bakar konvensional. Saat mengunjungi terminal hidrogen cair di Pelabuhan Kobe dan proyek kendaraan fuel cell di Bandara Kansai Osaka, Schnieder mengakui bahwa teknologi ini masih berada di tahap awal pengembangan dan belum siap digunakan secara luas.

Meski begitu, Jerman mulai bergerak lebih agresif dibanding Jepang dalam penerapan kendaraan hidrogen komersial. Pemerintah Jerman telah menggelontorkan dana sebesar €220 juta untuk membangun hingga 40 stasiun pengisian hidrogen dan mendukung operasional 400 truk berbahan bakar hidrogen. Daimler Truck bahkan sudah menjalankan stasiun pengisian hidrogen cair pertama di Jerman khusus untuk kendaraan berat.

Di sisi lain, Jepang juga terus membangun ekosistem hidrogen bersama perusahaan besar seperti Toyota, Kawasaki Heavy Industries, hingga Daimler Truck. Salah satu proyek besar yang sedang disiapkan adalah rantai pasokan hidrogen komersial antara Jepang dan Jerman melalui Pelabuhan Hamburg. Jepang juga mulai mengembangkan amonia sebagai media pembawa hidrogen untuk kebutuhan energi di masa depan.

Persaingan teknologi kendaraan masa depan kini tampaknya tidak lagi hanya soal mobil listrik baterai. BMW dan Toyota percaya hidrogen masih punya peluang besar, terutama untuk kendaraan berat dan transportasi jarak jauh. Jika pengembangan teknologi, harga produksi, dan infrastruktur bisa dipercepat, mobil hidrogen berpotensi menjadi pesaing serius kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk saat ini, dunia otomotif sedang memasuki fase menarik di mana baterai dan hidrogen sama-sama berlomba menjadi teknologi utama masa depan. Dan lewat kolaborasi besar antara BMW, Toyota, Jerman, dan Jepang, perang teknologi kendaraan ramah lingkungan tampaknya baru saja dimulai.

Baca Juga  Cuaca Panas Perpendek Usia Baterai Jadi Tantangan Mobil Listrik
BMW headline mobil hidrogen toyota
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemenhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Patuhi Petugas Selama Armuzna
Next Article Beredar Kabar Mama Yasinta Film Pesta Babi Dapat Intimidasi Aparat

Berita Lainnya

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jadwal Lengkap Persib vs Ratchaburi di ACL 2 2026

Sasha Widiawati18 Februari 2026 / 15:01 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.