Jakarta (tutur.co.id)- PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menutup tahun 2025 dengan penjualan lebih dari 64 ribu unit mobil. Mayoritas penjualan tersebut berasal dari kendaraan hasil produksi dalam negeri, yang menyumbang 88 persen dari total penjualan Suzuki sepanjang tahun lalu.
Dominasi produk lokal menegaskan peran fasilitas manufaktur nasional dalam strategi bisnis Suzuki, sekaligus kontribusinya terhadap penguatan industri otomotif dan ekonomi domestik.
Di segmen kendaraan niaga, New Carry menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 47 persen dari total penjualan ritel. Model ini tetap menjadi pilihan utama pelaku usaha karena efisiensi dan daya tahannya. Sementara di segmen kendaraan penumpang, minat konsumen mengarah ke kategori SUV, dengan New Suzuki XL7 menyumbang sekitar 20 persen penjualan.
Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Saputra, mengatakan dominasi produksi nasional menjadi capaian penting bagi perusahaan. “Sebanyak 88 persen dari total penjualan mobil Suzuki merupakan hasil produksi nasional. Capaian ini menjadi bukti komitmen Suzuki dalam mendukung perkembangan industri otomotif Tanah Air,” ujarnya.
Lini SUV Suzuki diperkuat dengan kehadiran Fronx, model coupe SUV yang diproduksi di pabrik Cikarang. Sejak diluncurkan pada Mei 2025, Fronx mencatatkan penjualan hampir 10 ribu unit atau sekitar 14 persen dari total penjualan Suzuki, sekaligus diproyeksikan untuk pasar ekspor.
Selain itu, 2025 juga menjadi momentum adopsi teknologi hybrid. Varian Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) pada sejumlah model kunci mendapat respons positif, dengan enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki memilih varian hybrid.

