Jakarta (Tutur.co.id) – Pemerintah Indonesia menyambut baik laporan mengenai tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Indonesia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi langkah awal menuju deeskalasi konflik serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Senin, Indonesia menilai kesepakatan damai AS-Iran sebagai perkembangan positif dalam upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
“Hal tersebut merupakan perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan,” tulis Kemlu RI melalui akun media sosial X.
Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan mediator yang telah berperan konstruktif dalam memfasilitasi dialog antara kedua negara. Menurut Kemlu RI, keterlibatan para mediator menjadi faktor penting dalam mendorong penyelesaian perbedaan melalui cara-cara damai.
Lebih lanjut, Indonesia menyerukan agar semua pihak yang terlibat tetap menjaga komitmen terhadap proses dialog guna mempertahankan momentum menuju deeskalasi.
“Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk terus menahan diri dan mematuhi komitmen yang telah disepakati,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Selain itu, Indonesia mendorong implementasi segera dari kesepakatan damai yang telah dicapai antara Washington dan Teheran. Pemerintah Indonesia juga menegaskan kesiapan untuk mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan sesuai dengan hukum internasional serta prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran telah rampung. Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social pada Ahad, Trump menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses negosiasi.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump.
Trump juga menyatakan bahwa pemerintah AS mengizinkan kembali pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya serta mencabut blokade yang sebelumnya diberlakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” ujarnya.
Pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai dengan Amerika Serikat telah tercapai. Penandatanganan resmi dokumen tersebut dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa naskah nota kesepahaman telah difinalkan dan siap untuk ditandatangani.
“Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen tersebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat,” kata Gharibabadi dalam siaran langsung televisi Iran.
Menurutnya, kesepakatan damai AS-Iran juga mencakup penghentian operasi militer di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon, yang mulai berlaku pada Senin malam.

