Tenerife (tutur.co.id) – Berita meninggalnya beberapa orang di Kapal Pesiar MV Hondius akibat Hantavirus membuat warga Tenerife Spanyol was-was. Pasalnya, kapal tersebut dijadwalkan akan berlabuh di kota mereka pada Minggu dini hari 10 Mei 2026.
Wabah Covid-19 memang membuat dunia mengalami trauma panjang. Tak ingin menjadi pusat penyebaran virus baru, warga di Tenerife beramai-ramai menolak kedatangan kapal pesiar tersebut ke pelabuhan kota mereka.
Ya, kapal pesiar berbendera Belanda itu memang tengah menjadi pembicaraan menyusul tewasnya tiga penumpangnya karena Hantavirus. Kapal yang total mengangkut 140 penumpang ini tengah berlayar menunuju Kepulauan Canary Spanyol.
WHO segera bergerak guna meredam kekhawatiran warga Tenerife. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, bersama dengan Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia dan Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska kini telah tiba Pulau Canary untuk menenangkan warga.
“Saya tahu Anda khawatir. Saya tahu bahwa ketika Anda mendengar kata ‘wabah’ dan melihat sebuah kapal berlayar menuju pantai Anda, kenangan-kenangan yang belum sepenuhnya kita lupakan akan muncul kembali. Rasa sakit tahun 2020 masih nyata, dan saya tidak mengabaikannya sedikit pun,” kata Tedros dalam pesan langsung kepada warga Tenerife.
“Tetapi saya perlu Anda mendengar saya dengan jelas: Ini bukan COVID yang lain. Risiko kesehatan masyarakat saat ini dari hantavirus tetap rendah. Saya dan kolega saya telah mengatakan ini dengan tegas, dan saya akan mengatakannya lagi kepada Anda sekarang,” tegas Tedros.
Sebelumnya, beberapa warga di pulau itu ramai-ramai engatakan mereka tidak ingin kapal tersebut berlabuh di sana, karena takut akan penularan virus. Di atas kapal pesiar, beberapa penumpang Spanyol telah menyuarakan kekhawatiran tentang bagaimana mereka akan diterima setelah sampai di daratan.

