Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Defisit yang Dijaga: Strategi APBN Bertahan di Tengah Tekanan Global

Defisit yang Dijaga: Strategi APBN Bertahan di Tengah Tekanan Global

Makro Gusti Tetiro09 Januari 2026 / 11:32 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto:Tutur/BPMI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto:Tutur/BPMI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih menjadi ujian bagi keuangan negara. Sepanjang 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menanggung beban defisit yang lebih besar dari rencana awal. Pemerintah mengakui tekanan itu nyata, tetapi menolak mundur dari peran APBN sebagai penopang pertumbuhan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pelebaran defisit tak terelakkan di tengah perlambatan ekonomi dunia. Namun, ia optimistis tekanan tersebut akan mereda pada 2026 seiring membaiknya fondasi ekonomi domestik.

“Saya yakin tahun 2026 dengan membaiknya fondasi perekonomian dan menguatkan momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan ke level yang lebih rendah dengan dampak pertumbuhan ekonomi ke masyarakat lebih besar dibanding tahun lalu,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi Januari 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kami (8/1/2026).

Pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun atau 2,68 persen dari produk domestik bruto (PDB). Target ini sedikit lebih rendah dibanding realisasi defisit 2025 yang mencapai Rp 695,1 triliun per 31 Desember 2025.

Sepanjang 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp 2.756,3 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun. Dengan komposisi tersebut, rasio defisit APBN berada di level 2,92 persen terhadap PDB—melewati outlook defisit 2025 sebesar Rp 662 triliun atau 2,78 persen, dan jauh di atas target awal Rp 616,2 triliun atau 2,53 persen dari PDB.

Menurut Purbaya, pelebaran defisit tersebut merupakan konsekuensi dari pilihan kebijakan. Pemerintah memutuskan tetap menggelontorkan stimulus untuk menjaga roda ekonomi berputar, alih-alih mengetatkan fiskal di saat tekanan global masih kuat.

“Walaupun defisit membesar ke Rp 695,1 triliun, lebih tinggi dari outlook, kita tetap pastikan defisit tidak di atas 3 persen dari PDB. Ini memang naik dari rencana awal 2,53 persen, dengan misi menjaga ekonomi tetap berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi,” kata dia.

Baca Juga  Video: Tiba-Tiba Menkeu Purbaya Tinggalkan Konpers APBN KiTa: Saya Pamit Duluan Ya

Dari sisi pendapatan, penerimaan negara ditopang oleh perpajakan sebesar Rp 2.217,9 triliun, yang terdiri dari penerimaan pajak Rp 1.917,6 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp 300,3 triliun. Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 534,1 triliun, sementara hibah menyumbang Rp 4,3 triliun.

Sementara itu, belanja negara sebesar Rp 3.451,4 triliun terbagi atas belanja pemerintah pusat Rp 2.602,3 triliun dan transfer ke daerah Rp 849 triliun. Belanja pemerintah pusat mencakup belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 1.500,4 triliun serta belanja non-kementerian/lembaga Rp 1.102 triliun.

Ke depan, pemerintah berharap strategi fiskal yang lebih terukur dapat menahan laju defisit tanpa mematikan stimulus ekonomi. Tantangannya bukan sekadar menjaga angka di bawah ambang 3 persen, melainkan memastikan setiap rupiah belanja negara benar-benar menghasilkan pertumbuhan yang dirasakan masyarakat. Di tengah ketidakpastian global, APBN kembali menjadi penyangga—bukan hanya angka di atas kertas, tetapi alat bertahan bagi ekonomi nasional.

apbn Ekonomi Nasional Purbaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRekening Judol Kian Bertambah, OJK Memburu Jejak Uang Perjudian Daring
Next Article Penerimaan Negara Bocor karena Under Invoicing, Kemenkeu Siapkan AI Sapu Praktik Curang

Berita Lainnya

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB

Imbas Manis Coretax: Setoran Pajak Melejit, Kepatuhan SPT Tinggi

13 Juli 2026 / 13:32 WIB

Mirae Asset Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,8%, Ini Penyebabnya

10 Juli 2026 / 10:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kalahkan Liverpool, Manchester United Pastikan Tiket ke Liga Champions

Deba Salamah04 Mei 2026 / 00:21 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.