Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard
  • OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 
  • Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu
  • Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK
  • Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Fazzio, Skutik Stylish dengan Teknologi Hybrid
  • Cerita Belakang Layar Presiden Prabowo Bereskan Mangkrak Blok Masela
  • Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM
  • Presiden Prabowo Duduk Tak Sebelahan dengan Gibran Saja Jadi Masalah, Ini Jawaban Istana
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Prabowo Setujui Tambahan 70.000 Polhut, Rasio Pengamanan Hutan Dipatok 1:2.000 Hektare

Prabowo Setujui Tambahan 70.000 Polhut, Rasio Pengamanan Hutan Dipatok 1:2.000 Hektare

Nasional Gusti Tetiro20 Februari 2026 / 06:23 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjawab pertanyaan awak media saat ditemui di sela acara Lesson Learned Workshop bertajuk "Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera" di Jakarta, Kamis (19/2/2026). ANTARA/Harianto
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan hingga 70.000 polisi kehutanan (polhut) guna memperkuat pengamanan 125 juta hektare kawasan hutan nasional. Kebijakan ini diambil menyusul ketimpangan rasio penjagaan hutan yang dinilai jauh dari ideal.

“Saya sudah dua kali menghadap Pak Presiden dan beliau setuju untuk ada penambahan polhut,” ujar Raja Juli Antoni di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis.

Menurut dia, rencana awal penambahan personel sebenarnya ditargetkan menjadi 21.000 orang. Namun, Presiden meminta rasio pengamanan yang lebih ideal. Jika sebelumnya mengacu pada praktik terbaik dunia dengan rasio satu petugas untuk 2.500 hektare, Presiden memutuskan target yang lebih ketat, yakni satu petugas untuk 2.000 hektare.

Keputusan tersebut berdampak pada kebutuhan tambahan sekitar 70.000 polhut. Meski demikian, realisasinya masih memerlukan proses birokrasi dan penyesuaian regulasi lintas kementerian.

 

Beban 25.000 Hektare per Petugas

Saat ini, luas kawasan hutan Indonesia mencapai sekitar 125 juta hektare, namun hanya dijaga oleh sekitar 4.800 polhut. Dengan komposisi itu, satu petugas rata-rata harus mengamankan 25.000 hektare hutan—angka yang dinilai hampir mustahil untuk pengawasan optimal.

Selain jumlah yang minim, sebagian personel disebut telah memasuki usia kurang produktif. Kondisi ini memperberat tugas pengawasan, terutama di wilayah dengan tekanan deforestasi dan konflik lahan yang tinggi.

Di daerah, ketimpangan terlihat lebih nyata. Di Aceh, luas hutan mencapai sekitar 3,5 juta hektare, sementara jumlah polhut hanya 63 orang. Artinya, satu petugas harus mengawasi lebih dari 55.000 hektare.

Sementara itu, di Bengkulu, luas hutan produksi dan hutan lindung sekitar 900.000 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Namun alokasi anggaran pengamanan disebut hanya sekitar Rp50 juta, dengan dana yang dikelola langsung di tingkat dinas sekitar Rp9 juta. Keterbatasan fiskal ini dinilai tak sebanding dengan kebutuhan pengamanan kawasan.

Baca Juga  Skandal Ekspor CPO: Kejagung Umumkan 11 Tersangka, Kerugian Negara Ditaksir Rp14,3 Triliun

 

Otonomi Daerah dan Minimnya Anggaran

Raja Juli menilai struktur otonomi daerah membuat sektor kehutanan kerap diposisikan sebagai urusan opsional. Konsekuensinya, besaran anggaran sangat bergantung pada prioritas kepala daerah, yang belum tentu sejalan dengan kebutuhan riil pengamanan hutan.

Dalam konteks itu, penambahan polhut bukan sekadar soal kuantitas, melainkan bagian dari reformasi struktural tata kelola kehutanan. Pemerintah juga merencanakan pembentukan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) di setiap provinsi agar respons terhadap pelanggaran kehutanan lebih cepat dan terkoordinasi.

Saat ini, di wilayah Sumatera misalnya, hanya terdapat satu Balai Gakkum. Minimnya unit penegakan hukum dinilai memperlambat koordinasi antarprovinsi dalam penanganan kasus pembalakan liar, perambahan, hingga konflik kawasan.

Menhut berharap langkah ini memperkuat kehadiran negara dalam menjaga kawasan hutan, sekaligus tetap melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pengawasan dan perlindungan lingkungan.

Dengan target rasio 1:2.000 hektare, pemerintah menempatkan pengamanan hutan sebagai agenda prioritas, sejalan dengan komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan stabilitas ekologis nasional.

Penambahan 70.000 Polhut Pengamanan 125 Juta Hektare Hutan Rasio Polisi Kehutanan 1:2.000 Reformasi Tata Kelola Kehutanan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSeluruh Tiket Pertandingan Piala Dunia 2026 Ludes Terjual
Next Article Di Depan Trump, Prabowo Tegaskan Dukung Perdamaian Palestina

Berita Lainnya

Luka Kedungombo di Meja Hijau: Gugatan Gelar Pahlawan Soeharto Berlanjut, Tutut Pasang Badan

21 Juli 2026 / 17:03 WIB

Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang

21 Juli 2026 / 14:32 WIB

KPK Ingatkan Inspektorat Melek Awasi Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 T

21 Juli 2026 / 10:50 WIB

Lima Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Khusus Perpanjangan SIM A dan SIM C

21 Juli 2026 / 07:44 WIB

Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jabodetabek Hari Ini 21 Juli 2026

21 Juli 2026 / 07:40 WIB

Poin-poin Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Apa Saja?

20 Juli 2026 / 23:46 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Kinerja Melonjak, Prabowo Tantang CEO Danantara

Kristo Suryokusumo13 Februari 2026 / 16:45 WIB

Bupati Lombok Barat Terima Fee Rp12,4 M, Sapi Kurban hingga Mobil Alphard

21 Juli 2026 / 21:25 WIB

OTT Bupati Lombok Barat, Proyek Rp17,9 Miliar Dimenangkan Satu Perusahaan 

21 Juli 2026 / 19:32 WIB

Setoran Bea Cukai 2026 Diproyeksikan Shortfall Rp15,4 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu

21 Juli 2026 / 18:42 WIB

Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka, Gunakan Rompi Oranye Digiring ke Mobil Tahanan KPK

21 Juli 2026 / 18:23 WIB

Spesifikasi dan Harga Terbaru Yamaha Fazzio, Skutik Stylish dengan Teknologi Hybrid

21 Juli 2026 / 18:02 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.