Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Persatuan Wartawan Kecam Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah
  • Mengapa Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Bisa Menjadi Salah Satu Terhebat Dalam Sejarah?
  • Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia
  • 4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern
  • Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir
  • Jika Messi Juara Lagi, Masih Adakah Alasan Menyebut Ronaldo sebagai GOAT?
  • Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia
  • TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Laba PT Pegadaian Melonjak 42,6% Jadi Rp8,34 Triliun pada 2025, Ekosistem Emas Tembus 136 Ton

Laba PT Pegadaian Melonjak 42,6% Jadi Rp8,34 Triliun pada 2025, Ekosistem Emas Tembus 136 Ton

Market Gusti Tetiro18 Februari 2026 / 12:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Petugas keamanan memberikan edukasi penggunaan aplikasi Tring kepada masyarakat di kantor Pegadaian Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (3/2/2026). Kenaikan harga emas awal 2026 dari Rp2.537.000 per gram pada 2 Januari menjadi Rp2.948.000 per gram pada 3 Februari memicu lonjakan minat investasi masyarakat hingga menyebabkan stok logam mulia di Galeri 24 kosong. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/rwa.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — PT Pegadaian membukukan laba bersih Rp8,34 triliun sepanjang 2025, melesat 42,6% dibandingkan 2024 sebesar Rp5,85 triliun. Kinerja impresif ini ditopang ekspansi aset dan kredit, serta penguatan kualitas pembiayaan di tengah meningkatnya minat masyarakat pada investasi emas.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyebut total aset perusahaan mencapai Rp151,7 triliun, tumbuh 47,8% secara tahunan dari Rp102,6 triliun. Sementara Outstanding Loan (OSL) gross menyentuh Rp126 triliun, naik 47,5% dari Rp85,4 triliun pada 2024.

“Dengan pencapaian tersebut, ROA meningkat menjadi 6,7% dan ROE menjadi 21,73%. Non-Performing Loan (NPL) juga turun signifikan dari 0,63% menjadi 0,38%. Ini membuktikan kualitas pembiayaan semakin meningkat dan pengelolaan bisnis semakin sehat,” ujar Damar dalam keterangan tertulis.

 

Bank Emas Kian Moncer, Transaksi 33,7 Ton

Dari lini Bank Emas, hingga 31 Desember 2025 total transaksi dan kelolaan mencapai 33,7 ton. Rinciannya meliputi Tabungan Emas 17,1 ton, Deposito Emas 2,18 ton, serta Cicil Emas 10,3 ton. Transaksi Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas juga terus bertumbuh.

Secara keseluruhan, kelolaan ekosistem emas Pegadaian—termasuk portofolio agunan emas produk gadai dan layanan Bank Emas—mencapai 136 ton sepanjang 2025. Manajemen menilai angka ini mencerminkan meningkatnya literasi dan preferensi masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.

Pegadaian menegaskan komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui produk gadai inklusif, pinjaman mikro bagi UMKM, serta layanan Bank Emas yang terintegrasi fisik dan digital.

 

Strategi 2026: Digitalisasi dan Ekspansi Market Share

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, mengatakan stabilitas ekonomi domestik dan kondisi geopolitik global akan menjadi faktor penentu kinerja 2026. Meski demikian, perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan lewat strategi korporasi adaptif dan transformasi berkelanjutan.

Baca Juga  CGS Prediksi IHSG Rebound: Beli PGAS, ADRO, MEDC, ELSA, HRTA, dan ARCI

Salah satu pengungkit utama adalah optimalisasi layanan digital melalui aplikasi TRING!. Aplikasi ini dirancang sebagai pintu masuk terpadu seluruh produk Pegadaian—konvensional maupun syariah—secara real-time.

“Melalui TRING!, nasabah dari baby boomer hingga gen Z dapat mengakses seluruh produk Pegadaian dalam satu aplikasi, dengan kemudahan interaksi dan kecepatan transaksi,” kata Ferdian.

 

Dukungan Fatwa DSN-MUI untuk Ekosistem Emas Syariah

Menjelang satu tahun perjalanan Layanan Bank Emas pada 26 Februari mendatang, Pegadaian mendapat dorongan regulatif melalui terbitnya Fatwa DSN-MUI No.166 Tahun 2026 tentang Layanan Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah (13 Februari 2026).

Fatwa tersebut menjadi landasan normatif dan pedoman operasional bagi industri bulion agar berjalan transparan dan akuntabel sesuai prinsip syariah. Saat ini, produk Pegadaian yang telah memenuhi ketentuan syariah antara lain Cicil Emas, Tabungan Emas, dan Rahn Emas.

Manajemen berharap regulasi ini memperkuat kepercayaan publik sekaligus memperluas basis nasabah syariah.

Dengan visi menjadi The Leader in the Gold Ecosystem and Digital Growth Inclusion, Pegadaian membidik pertumbuhan sehat, tata kelola kuat, dan perluasan akses layanan digital yang aman—sejalan dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

ekosistem emas Indonesia kinerja Bank Emas Pegadaian laba Pegadaian 2025 NPL Pegadaian turun TRING Pegadaian
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Prabowo Tiba di AS, Siap Bertemu Donald Trump Bahas Kerja Sama Ekonomi
Next Article Video: [BREAKING NEWS] Pemerintah & DPR Gelar Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatra

Berita Lainnya

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, ANTM hingga ISAT Jadi Pilihan Trading Hari Ini

16 Juli 2026 / 08:39 WIB

IHSG Diproyeksikan Tetap Bullish, BRI Danareksa Rekomendasikan AADI, KIJA, dan BUKA

16 Juli 2026 / 07:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

[BREAKING NEWS] Tangis Haru Upacara Persemayaman Pegawai KKP Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Satria Eko22 Januari 2026 / 10:58 WIB

Persatuan Wartawan Kecam Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah

19 Juli 2026 / 12:16 WIB

Mengapa Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Bisa Menjadi Salah Satu Terhebat Dalam Sejarah?

19 Juli 2026 / 12:00 WIB

Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia

19 Juli 2026 / 11:00 WIB

4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern

19 Juli 2026 / 10:28 WIB

Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir

19 Juli 2026 / 10:08 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.