Jakarta (tutur.co.id) — CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound pada perdagangan Kamis (5/3/2026), seiring membaiknya sentimen global dan penguatan sejumlah komoditas.
Dalam ulasannya, CGS menyebut penguatan indeks di Wall Street serta kenaikan harga minyak mentah, nikel, timah, emas, dan tembaga berpotensi menjadi katalis positif bagi IHSG. Selain itu, posisi indeks yang sudah memasuki area jenuh jual (oversold) dinilai membuka peluang aksi buy on weakness.
“IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan kisaran support 7.400–7.225 dan resist 7.755–7.930,” tulis CGS dalam risetnya.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks Wall Street ditutup menguat seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap potensi dampak konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global. Harga minyak mentah juga tidak melonjak setinggi perkiraan awal setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan akan mengumumkan kebijakan untuk mendukung kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Sentimen positif turut diperkuat data ekonomi Amerika Serikat. Berdasarkan laporan ADP, sektor swasta pada Februari mencatat penambahan tenaga kerja sebanyak 63.000, meningkat signifikan dari bulan sebelumnya yang direvisi turun menjadi 11.000 dan melampaui proyeksi ekonom sebesar 48.000.
Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan kondisi teknikal yang mendukung, CGS merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading, yakni PGAS, MEDC, ELSA, HRTA, ARCI, dan ADRO.
Pelaku pasar kini mencermati pergerakan harga komoditas dan dinamika geopolitik sebagai penentu arah IHSG dalam jangka pendek.

