Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hiburan»Filosofi Warren Buffett: Mengintip Etos Kerja Sederhana “The Oracle of Omaha”

Filosofi Warren Buffett: Mengintip Etos Kerja Sederhana “The Oracle of Omaha”

Hiburan Gusti Tetiro14 Februari 2026 / 06:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Warren Buffet (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Warren Buffett, investor legendaris yang lama memimpin Berkshire Hathaway, membagikan rahasia sederhana di balik kesuksesan kariernya yang melesat hingga membawa perusahaan itu menembus valuasi lebih dari US$ 1 triliun. Bagi Buffett, kunci utama bukan semata kecerdasan finansial atau warisan keluarga, melainkan kebebasan menemukan panggilan hidup.

Meski mengikuti jejak ayahnya di dunia pialang saham, Buffett menegaskan bahwa ia tak pernah dipaksa. Justru, ruang untuk menentukan pilihan sendiri menjadi fondasi perjalanan investasinya.

“Ayah saya tidak pernah merasa saya harus mengikuti jejaknya. Titik,” kenang Buffett, seperti dikutip CNBC Internasional, Jumat (13/2/2026).

 

Filosofi “Self-Reliance” dan Kekuatan Diri

Salah satu pengaruh terbesar dalam hidup Buffett datang dari sang ayah yang kerap mengutip esai klasik berjudul Self-Reliance (1841) karya Ralph Waldo Emerson. Inti ajaran tersebut sederhana namun mendalam: setiap individu memiliki kekuatan unik yang hanya bisa ditemukan jika berani mencobanya sendiri.

Filosofi itu kemudian diwariskan Buffett kepada anak-anaknya.

“Saya katakan kepada anak-anak saya, carilah pekerjaan yang akan tetap kamu ambil meskipun kamu tidak butuh uang,” ujarnya.

Bagi Buffett, kepuasan batin dalam bekerja jauh lebih penting dibanding sekadar imbalan finansial. Uang, menurutnya, hanyalah konsekuensi dari konsistensi melakukan sesuatu yang dicintai.

 

Bekerja Tanpa Terasa ‘Bekerja’

Gairah Buffett terhadap bisnis muncul sangat dini. Pada usia lima tahun, ia sudah berjualan permen karet. Di usia 11 tahun, ia membeli saham pertamanya. Dunia angka dan investasi, baginya, bukan beban, melainkan permainan yang mengasyikkan.

Namun, ia juga menyadari bahwa tidak semua orang memiliki privilese untuk langsung bekerja sesuai passion. Dalam surat kepada pemegang saham pada 2021, Buffett menulis bahwa realitas ekonomi kerap memaksa generasi muda mengambil pekerjaan apa saja demi bertahan hidup.

Baca Juga  Viral Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ini Sinopsis dan Isu yang Diangkat

Meski demikian, ia berpesan agar pencarian tidak pernah dihentikan. “Ketika Anda menemukan pekerjaan yang Anda cintai, Anda tidak akan lagi merasa sedang ‘bekerja’,” tulisnya.

Pesan ini relevan di tengah dinamika pasar kerja global yang semakin kompetitif. Dalam lanskap ekonomi modern, fleksibilitas dan ketahanan menjadi penting, tetapi arah hidup tetap perlu dijaga.

 

Pentingnya Lingkungan dan Rekan Kerja

Selain gairah pribadi, Buffett menekankan pentingnya lingkungan sosial dan profesional. Dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway di Omaha, ia berulang kali mengingatkan bahwa kualitas hidup seseorang akan mengikuti arah orang-orang di sekitarnya.

“Dengan siapa Anda bergaul itu sangat penting. Pilihlah orang-orang yang Anda kagumi sebagai teman dan rekan kerja, karena hidup Anda akan berkembang ke arah mereka,” ujarnya.

Pandangan ini sejalan dengan filosofi investasi jangka panjang yang ia terapkan selama lebih dari enam dekade: memilih perusahaan dengan nilai intrinsik kuat dan manajemen yang berintegritas, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

 

“The Oracle of Omaha” dan Etos Kerja Sederhana

Dikenal sebagai “The Oracle of Omaha”, Buffett bukan hanya simbol kekayaan global, tetapi juga ikon kesederhanaan. Ia tetap tinggal di rumah yang dibelinya puluhan tahun lalu dan mempertahankan gaya hidup yang relatif bersahaja.

Keberhasilannya membangun kerajaan investasi triliunan dolar bukan hanya tentang strategi finansial, melainkan disiplin, konsistensi, dan integritas. Di balik angka-angka spektakuler itu, Buffett selalu menekankan bahwa kesuksesan finansial hanyalah produk sampingan dari mencintai pekerjaan dan mempercayai orang-orang yang bekerja bersama kita.

Dalam dunia yang sering kali mengukur prestasi dari besarnya gaji atau jabatan, pesan Buffett terdengar sederhana—bahkan klise. Namun justru di situlah kekuatannya: kebebasan memilih jalan sendiri, keberanian mengejar makna, dan kesadaran bahwa uang bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari proses yang dijalani dengan sepenuh hati.

Baca Juga  Kemenparekraf Perkuat Musisi Daerah Melalui AKTIF

 

Berkshire Hathaway rahasia sukses Warren Buffett Self-Reliance Ralph Waldo Emerson tips karier Buffett Warren Buffett
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleArteta Menolak Panik Meski Jarak dengan City Makin Dekat
Next Article Bahlil Wajibkan BBM Campur Etanol 20 Persen Mulai 2028

Berita Lainnya

Keren! Film Keluarga Indonesia Rajin Rajai Global Top 10 Netflix Tiap Minggu

11 Juli 2026 / 15:45 WIB

Pariwisata RI Melesat: Wisman Tembus 1,38 Juta, Malaysia Masih Jadi ‘Raja’

01 Juli 2026 / 22:07 WIB

Saat Kuasa Hukum Nadiem Protes usai Hakim Bacakan Vonis: Yang Mulia Takut?

30 Juni 2026 / 16:10 WIB

Jangan Lewatkan Pameran Hewan Peliharaan JIPS 2026, Catat Tanggal dan Waktunya

25 Juni 2026 / 14:11 WIB

Makna Lagu Rusak Ancur dari Slank, Kritik Kerusakan Lingkungan dan Proyek Pembangunan

13 Juni 2026 / 08:50 WIB

Bukan Cuma Bali, Destinasi Wisata Indonesia Ini Jadi Favorit Turis Asia

06 Juni 2026 / 09:03 WIB
Form Komentar Cancel Reply

OJK Kebut Reformasi Pasar Modal, Naikkan Free Float dan Perketat Transparansi Demi Investor

Adi P01 Februari 2026 / 23:19 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.