Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif terus memperkuat peran subsektor musik sebagai motor ekonomi kreatif nasional. Salah satunya melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik yang kini menyasar musisi daerah dengan pendekatan lebih komprehensif, mulai dari produksi hingga komersialisasi karya.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, program ini dirancang untuk mendampingi musisi tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dalam membangun narasi dan kualitas karya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin hadir langsung mendampingi musisi daerah, tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga dalam membangun cerita dan kualitas karya yang bisa terhubung dengan publik,” ujarnya, seperti dilansir Antara.
Implementasi program ini terlihat dalam fasilitasi produksi video musik di Surakarta pada 9–11 Maret 2026. Musisi Man Osman memproduksi karya pop berjudul Sisa Senja di Matamu yang mengangkat tema perjalanan dan makna “pulang”, selaras dengan momentum menjelang Idul Fitri. Sementara Alrosta Group menghadirkan Sesulih, lagu pop Jawa/koplo yang mengisahkan dinamika cinta dan proses penyembuhan emosional.
Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Jawa Tengah seperti Surakarta, Tawangmangu, dan Karanganyar, memperkuat identitas lokal sekaligus menghadirkan visual yang lebih autentik. Kolaborasi dengan berbagai pelaku industri juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan standar produksi.
Lebih jauh, AKTIF Musik tidak berhenti pada tahap produksi. Program ini mencakup fasilitasi kontrak hak cipta, distribusi, promosi, hingga monitoring dampak ekonomi. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri musik daerah yang berkelanjutan dan terukur.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari para musisi yang terlibat. Mereka menilai program ini membuka peluang baru bagi karya lokal untuk menjangkau pasar nasional, bahkan global. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan musik lokal tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas di berbagai daerah Indonesia.

