Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Imlek di Yogya: Merah Lampion di Ketandan, Hangat di Ruang Bersama

Imlek di Yogya: Merah Lampion di Ketandan, Hangat di Ruang Bersama

Daerah Galuh Parantri13 Februari 2026 / 19:10 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Yogyakarta (tutur.co.id)- Malam di Kampung Ketandan Yogyakarta selalu punya suasana yang khas. Namun ketika Imlek tiba, kawasan ini berubah menjadi lebih hidup. Lampion merah bergantung di antara bangunan tua, memantulkan cahaya hangat ke jalanan yang tak pernah benar-benar sepi.

Letaknya yang berdekatan dengan Malioboro membuat Ketandan mudah dijangkau wisatawan. Banyak orang yang awalnya hanya berjalan santai, akhirnya berhenti lebih lama. Ada yang berfoto di bawah lampion, ada pula yang sekadar menikmati atmosfer perayaan Tahun Baru Imlek di Yogyakarta.

Ketandan bukan sekadar destinasi musiman. Kawasan ini adalah jejak sejarah komunitas Tionghoa di Yogya yang telah hidup berdampingan selama ratusan tahun. Saat Imlek, sejarah itu terasa semakin nyata. Ornamen merah, hiasan kaligrafi, hingga pertunjukan barongsai menghadirkan perayaan yang meriah namun tetap hangat.

Warna merah mendominasi hampir di setiap sudut. Dalam tradisi Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Di tengah keramaian itu, ada ruang yang lebih hening Klenyeng Fuk Ling Miau.

Klenteng yang berdiri sejak abad ke-19 ini menjadi salah satu pusat perayaan Imlek di Yogya. Lilin-lilin besar menyala perlahan, aroma dupa tipis menguar di udara malam. Umat datang membawa doa-doa sederhan yaitu kesehatan, kelancaran rezeki, dan ketenangan keluarga. Di balik kemeriahan luar, suasana di dalam klenteng terasa khusyuk.

Tak jauh dari pusat kota, Klenteng Poncowinatan juga menjadi tujuan ibadah saat Imlek. Arsitekturnya yang khas dengan detail ornamen penuh makna menghadirkan pengalaman visual sekaligus spiritual. Saat perayaan berlangsung, klenteng ini dipenuhi warna, cahaya, dan harapan.
Menariknya, perayaan Imlek di Yogyakarta tidak terasa eksklusif. Banyak warga lokal yang bukan keturunan Tionghoa turut datang untuk menyaksikan barongsai atau menikmati suasananya. Di ruang publik seperti Ketandan, perayaan berubah menjadi momen kebersamaan lintas budaya.

Baca Juga  Video: Kapal Nelayan Disergap TNI AL, 25 Ton Timah Ilegal Diamankan

Bagi wisatawan yang ingin merasakan Imlek di Jogja, datanglah menjelang sore agar bisa menikmati perubahan suasana dari terang ke temaram. Gunakan pakaian nyaman karena kawasan ini paling nikmat dijelajahi dengan berjalan kaki. Jika berkunjung ke klenteng, tetap jaga sikap dan hormati umat yang sedang beribadah.

Imlek di Yogya bukan hanya tentang pergantian kalender lunar. Di Ketandan, merah bukan sekadar warna. Ia adalah simbol harapan yang terus menyala, tahun demi tahun.

Imlek Imlek Nasional jogja Yogya Yogyakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKejahatan Perbankan Lewat Medsos Jadi Fokus Revisi UU P2SK
Next Article Indonesia Terima Hibah Kapal dari Jepang Senilai Rp200 Miliar

Berita Lainnya

Pertamina Dukung Proyek PSEL Kertamantul, Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

17 Juli 2026 / 13:15 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB

Update Kasus Dokter Icha, Sikap 3 Partai hingga Pemeriksaan 32 Saksi di Polda NTT

14 Juli 2026 / 11:57 WIB

Misi Mencekam di Langit Papua: Tiga Helikopter Tempur Evakuasi Jasad Pilot AS yang Tewas Ditembak KKB

03 Juli 2026 / 10:23 WIB

KKB Bakar Pesawat di Yahokimo, Pilot Dikabarkan Tewas di Lokasi

02 Juli 2026 / 17:06 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Evolusi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Lawan Sukhoi Su-57 dan Chengdu J-20

Toto Pribadi03 Mei 2026 / 18:40 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.