Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»Bisnis Era Quantum, Prof Rhenald: Pengambil Keputusan Harus Cepat dan Berbasis Data

Bisnis Era Quantum, Prof Rhenald: Pengambil Keputusan Harus Cepat dan Berbasis Data

Makro Suhodo31 Januari 2026 / 13:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prof Rhenald Kasali (tengah) menjadi pembicara diskusi dalam MOU AMSI-DIR tentang kerja sama diseminasi riset media dan media social di redaksi Suara.com Jumat (30/1/2026. (Foto: Tutur/Dok.AMSI)
Prof Rhenald Kasali (tengah) menjadi pembicara diskusi dalam kesepakatan bersama AMSI-DIR tentang kerja sama diseminasi riset media dan media sosial di redaksi Suara.com Jumat (30/1/2026. (Foto: Tutur/Dok.AMSI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – “Dunia bisnis, media, siapapun kita saat ini sangat membutuhkan data. Pemerintah kalau mau make decision juga harus lihat data.” Kalimat Prof. Rhenald Kasali itu menjadi penanda perubahan orang mengambil keputusan dan menyikapi zaman yang sedang berlangsung. Data, menurut dia, kini bukan lagi pelengkap, melainkan fondasi utama pengambilan keputusan—termasuk bagi industri media—di tengah derasnya arus teknologi digital.

Pandangan itu mengemuka dalam diskusi “Quantum Age, Big Data dan Masa Depan Industri Media” yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Deep Intelligence Research (DIR), di Jakarta Jumat (30/1/2026).

Rhenald merujuk pemikiran sejarawan Yuval Noah Harari melalui bukunya Homo Deus: A Brief History of tomorrow, untuk menggambarkan posisi data dalam peradaban modern.

“Hari ini kita hidup dalam era yang disebut oleh Yuval Noah Harari, bahwa data is a new oil. Siapa yang mau bertarung membutuhkan oil itu,” kata Rhenald. Dalam konteks inilah, kolaborasi antara media dan lembaga riset menjadi keniscayaan, bukan lagi pilihan.

“Data bukan lagi semata-mata yang tercatat seperti hasil riset, bukan semata-mata opini, tapi yang real yang dipercakapkan di media sosial, ada di blog, yang tercatat di DIR yang sepanjang saya ketahui, juga data-data yang ada di media saudara-saudara,” kata pendiri DIR ini.

Rhenald juga mengingatkan bahaya membaca data secara dangkal. Percakapan di media sosial, menurut dia, tak bisa dipahami hanya dari tren dan kuantitas. Emosi publik justru menjadi elemen penting yang kerap terabaikan. “Dalam data percakapan media sosial, ada emosi yang harus dibaca. Ada emoticon. Di situlah kita bisa memahami perasaan publik yang sesungguhnya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia melihat pemanfaatan data sebagai jalan untuk memperteguh peran pers di tengah krisis kepercayaan dan banjir informasi. “Hari ini kita bisa membaca lebih baik dan hari ini kita bisa memperteguh peran pers dengan memanfaatkan data sebaik mungkin,” katanya. Bagi industri media, kemampuan membaca makna di balik data menjadi kunci untuk tetap relevan sekaligus menjaga legitimasi di ruang publik.

Baca Juga  Banjir Tak Hanya Merendam Rumah, Tapi Juga Mengganggu Kesehatan Mental

Diskusi ini juga menghadirkan CEO Suara.com sekaligus Wakil Ketua Umum AMSI, Suwarjono, yang menyoroti perubahan drastis dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi konten akibat transformasi teknologi.

“Pendekatan bisnis media berbasis data bukan sekadar alat bertahan, melainkan prasyarat agar media tetap berpihak pada kepentingan publik di tengah tantangan etika, kepercayaan, dan risiko manipulasi informasi di era digital,” kata Suwarjono

Wakil Ketua Umum AMSI Suwarjono dan CEO Deep Intelligence Research (DIR) Adi Prasetya menyekapati kerja sama riset, diseminasi, dan bisnis big data untuk media anggota AMSI di seluruh Indonesia. (Foto:Tutur/AMSI Astrid)
Wakil Ketua Umum AMSI Suwarjono dan CEO Deep Intelligence Research (DIR) Adi Prasetya menyepakati kerja sama riset, diseminasi, dan bisnis big data untuk media anggota AMSI di seluruh Indonesia. (Foto:Tutur/AMSI Astrid)

Diskusi diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama  (MOU) antara lembaga riset berbasis big data Deep Intelligence Research (DIR) dengan AMSI. MOU diteken oleh CEO Deep Intelligence Research (DIR) Adi Prasetya dan Wakil Ketua Umum AMSI yang juga CEO Suara.com Suwarjono.

“DIR berharap kerja sama ini memberi added value bagi kedua pihak. DIR  meluaskan publikasi dan diseminasi hasil riset-riset media dan sosial media yang penting dketahui publik, pelaku bisnis, media, dan para pengambil keputusan. Media-media anggota AMSI bisa memanfaatkan data dan peluang berbisnis bersama seperti media monitoring berbasis big data, konsultan komunikasi berbasis big data yang dimiliki DIR,” kata Adi.

Di tengah lanskap informasi yang kian ditentukan oleh algoritma dan kecerdasan buatan, media kian dituntut melampaui naluri redaksi dan kecepatan publikasi semata, dengan memanfaatkan semaksimal mungkin big data.

AMSI Big Data Bisnis Media DIR Media Monitoring Rhenald Kasali tutur Yuval Noah Harari
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article Yogya–Solo: Jejak Rasa di Sekitar Stasiun Balapan
Next Article Suzuki Panggil Grand Vitara untuk Pemeriksaan Speedometer, Begini Detilnya

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB
Form Komentar Cancel Reply

LPS Tahan TBP di 3,50%, Bunga Simpanan Bank Dinilai Belum Turun Seirama

Gusti Tetiro27 Januari 2026 / 19:06 WIB

OPINI: Takdir di Balik Lionel Messi, Memandikan Bayi Lamine Yamal 19 Tahun Lalu, Kini Keduanya Berhadapan di Final Piala Dunia 2026

18 Juli 2026 / 18:19 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.