Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Ketika Berita Bencana Mengusik Pikiran: Ini Cara Menjaga Mental Tetap Tenang

Ketika Berita Bencana Mengusik Pikiran: Ini Cara Menjaga Mental Tetap Tenang

Health Tia Syifa Ademira29 Januari 2026 / 00:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menonton tayangan berita bencana secara berlebihan bisa memicu terganggunya mental. (Foto: Tutur/ Ilustrasi AI)
Menonton tayangan berita bencana secara berlebihan bisa memicu terganggunya mental. (Foto: Tutur/ Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Setiap pagi kita membuka ponsel, berita longsor, banjir, cuaca ekstrem, hingga krisis iklim sudah berbaris di layar. Belum sempat bernapas, satu kabar berganti kabar lain—semuanya membawa pesan yang sama: ada ancaman, ada bahaya. Tanpa disadari, bukan hanya lingkungan yang terdampak bencana, pikiran kita pun ikut terguncang.

Maraknya berita bencana di media sosial membentuk pola kecemasan baru di masyarakat. Banyak orang merasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi, seolah bencana itu sudah menunggu di depan pintu. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai anticipatory anxiety—kecemasan akan peristiwa yang belum dialami secara langsung, namun terasa nyata karena ketidakpastian yang terus dipupuk.

Julie Buckner, PhD, profesor psikologi dari Louisiana State University, menjelaskan bahwa kecemasan pada dasarnya merupakan respons emosional terhadap ancaman masa depan yang dirasakan, bukan bahaya yang sedang berlangsung. Ketika berita bencana terus mengalir tanpa jeda, otak menerima sinyal bahaya berulang-ulang. Media sosial bukan hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membawa emosi—ketakutan, kepanikan, dan rasa tidak aman—yang menular dari satu unggahan ke unggahan lain.

Lantas, bagaimana cara menjaga kestabilan mental tanpa harus menutup mata dari realitas?

Pertama, beri batasan—bukan tutup mata. Terlalu sering mengonsumsi berita bencana membuat otak berada dalam mode siaga terus-menerus. Akibatnya, muncul rasa cemas, tidak aman, dan kelelahan mental. Membatasi waktu membaca berita bukan berarti abai, melainkan memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat. Kita tetap waspada, tanpa harus tenggelam dalam rasa was-was yang berkepanjangan.

Kedua, pilih sumber informasi yang tepercaya. Di era potongan video viral dan narasi emosional tanpa konteks, tidak semua informasi layak dipercaya. Berita dari sumber resmi dan kredibel membantu kita memahami situasi secara utuh, bukan sekadar terpancing kepanikan sesaat akibat judul bombastis atau gambar dramatis.

Baca Juga  Puasa, Otak, dan Hormon Bahagia: Apa yang Terjadi pada Mental Kita Selama Ramadan?

Ketiga, ubah kecemasan menjadi aksi nyata. Kecemasan yang dibiarkan menumpuk hanya menguras energi mental. Mengalihkannya ke tindakan konkret—seperti berdonasi, membantu korban, atau terlibat dalam aksi sosial—memberi rasa kendali dan makna. Pikiran pun merasa tidak lagi sekadar menjadi penonton ketakutan.

Keempat, sadari respons tubuh dan emosi. Jika saat membaca berita jantung berdebar, sulit fokus, atau muncul rasa gelisah berkepanjangan, berhentilah sejenak. Tubuh kerap merespons paparan berita bencana seolah kita sedang berada di lokasi kejadian. Menarik napas, menjauh sebentar dari layar, dan memberi waktu untuk rileks membantu tubuh kembali ke kondisi aman.

Di tengah arus informasi yang bergerak tanpa henti, menjaga kesehatan mental adalah soal memahami batas diri. Berita bencana memang penting untuk diketahui, tetapi seperti makanan, ia perlu dikonsumsi dengan porsi yang tepat. Dengan membatasi paparan, memilih informasi yang sehat, dan merawat respons tubuh serta emosi, kita bisa tetap waspada—tanpa kehilangan ketenangan.

Banjir Bencana psikologi tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePurbaya Bersih-Bersih Bea Cukai: “Kalau Banyak Barang Selundupan, Perusahaan Dalam Negeri Tidak Punya Ruang Bersaing”
Next Article Menkeu Purbaya Ungkap Detik-detik Tegang Tutup Buku APBN 2025, Defisit Nyaris Tembus 3%

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

BNPB Laporkan Gelombang Bencana di Wilayah Indonesia

17 Juni 2026 / 14:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Real Madrid Pecat Xabi Alonso

Deba Salamah13 Januari 2026 / 14:25 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.