Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Puasa, Otak, dan Hormon Bahagia: Apa yang Terjadi pada Mental Kita Selama Ramadan?

Puasa, Otak, dan Hormon Bahagia: Apa yang Terjadi pada Mental Kita Selama Ramadan?

Health Tia Syifa Ademira25 Februari 2026 / 06:15 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Berbuka puasa bersama sahabat dan keluarga adalah momen yang sangat membahagiakan dan dinanti mereka yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. (Foto:Tutur/Ilustrasi oleh AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Ramadan kerap dipahami sebagai bulan pengendalian diri. Sejak fajar menyingsing hingga matahari tenggelam, umat Muslim menahan lapar, dahaga, juga dorongan emosi. Namun di balik praktik spiritual itu, ada proses sunyi yang bekerja di dalam tubuh—dan terutama, di dalam pikiran.

Selama ini, puasa lebih sering dibahas dari sisi ganjaran religius atau manfaat fisik: detoksifikasi, pengaturan pola makan, hingga metabolisme. Padahal, pengaruhnya terhadap kesehatan mental tak kalah signifikan. Ada disiplin, ada jeda, ada latihan panjang untuk tidak reaktif pada dorongan sesaat. Dalam ritme yang teratur itu, mental dilatih untuk bertahan.

Psikolog dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, menyebut puasa sebagai latihan pengendalian diri yang konkret. Ia menyampaikan bahwa berpuasa bermanfaat dalam meningkatkan kontrol diri. Puasa juga melatih seseorang untuk bersabar, sehingga membantu dalam menurunkan emosi negatif dalam diri.

Menurut Dr. Bagus Riyono, selama puasa, dengan adanya jeda serta tidak impulsif, maka akan terjadi turunnya ketegangan atau stres dalam diri. Jiwa juga dilatih untuk untuk lebih disiplin dan tekun sehingga akan tercipta perasaan tenang yang dapat menurunkan stres dalam diri. Dalam bahasa psikologi, jeda adalah ruang refleksi. Dan refleksi, kerap menjadi pintu masuk bagi kestabilan emosi.

Di level biologis, perubahan itu juga terukur. Sejumlah penelitian menunjukkan puasa dapat meningkatkan produksi serotonin dan dopamin—dua hormon yang kerap dikaitkan dengan rasa bahagia dan motivasi. Serotonin membantu menjaga suasana hati tetap stabil, sementara dopamin berperan dalam membangun semangat dan dorongan untuk bertindak.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya, Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Si., Psikolog, menjelaskan bahwa puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat serta melakukan pemulihan dalam mengatur kadar hormon stres seperti kortisol. Selain itu, puasa juga terbukti dalam meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yaitu protein yang memiliki peran untuk meningkatkan suasana hati, euforia, serta kewaspadaan. Peningkatan hormon dopamin saat puasa juga bantu dalam meningkatkan motivasi, semangat, serta rasa bahagia.

Baca Juga  Jelang Ramadan: Ini Cara Metabolisme Tubuh Mulai Menyesuaikan Diri

Di titik ini, puasa tak lagi sekadar ritual tahunan. Ia menjadi proses pembentukan diri yang menyeluruh—menata ulang ritme tubuh, menenangkan sistem saraf, sekaligus memperkuat daya tahan mental. Lapar dan dahaga hanyalah permukaan. Di kedalaman, ada disiplin yang dilatih, emosi yang dirapikan, dan stres yang perlahan diturunkan.

Ramadan, dengan demikian, dapat dibaca sebagai ruang pemulihan. Sebuah fase ketika manusia belajar menunda, menimbang, dan mengendalikan. Bukan hanya untuk memenuhi kewajiban spiritual, tetapi juga untuk membangun ketenangan batin yang lebih stabil.

Pada akhirnya, puasa bukan semata soal menahan. Ia adalah proses menyusun ulang—tubuh, pikiran, dan jiwa—agar lebih seimbang. Dan mungkin, di situlah salah satu rahasia terbesarnya: kesehatan mental yang tumbuh dari disiplin yang dijalani dengan kesadaran.

Berkah Ramadan kesehatan mental psikologi puasa Ramadan tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMichael Carrick Sebut Kepergian Casemiro Bikin MU Kehilangan Sosok Penting
Next Article Keinginan Barcelona Rekrut Harry Kane Bertepuk Sebelah Tangan

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

17 Juni 2026 / 09:11 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ledakan dan Sirene Terdengar di Tel Aviv Usai Serangan Rudal Iran

Deba Salamah09 Juni 2026 / 06:00 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.