Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Intip Kekayaan Lalu Ahmad Zaini Tembus Rp25,5 M, Punya Puluhan Bidang Tanah
  • Telkom Gelar Culture Festival 2026, Perkuat Budaya Perusahaan di Tengah Transformasi
  • Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang
  • Motor Listrik Nasional dan Momentum Reindustrialisasi
  • Opini: Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal
  • Houthi Yaman Blokade Laut Merah, Siap-siap Harga Minyak Semakin Meroket
  • OTT Bupati Lombok Barat Naik Tahap Penyidikan, Total 8 Orang Diperiksa KPK
  • Pegadaian Jadi Pendiri IBMA, Siap Integrasikan Ekosistem Emas Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Scaloni: Kekalahan Ini Menyakitkan, Tapi Kami Menerimanya

Scaloni: Kekalahan Ini Menyakitkan, Tapi Kami Menerimanya

Sepakbola Deba Salamah20 Juli 2026 / 11:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Lamine Yamal berebut bola dengan pemain Argentina Julian Alvarez dalam pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026). ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Zongzhi/nym.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New Jersey (Tutur.co.id) – Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan timnya memahami bagaimana menerima kekalahan dengan lapang dada setelah gagal mempertahankan gelar juara piala dunia. Meski harus mengakui keunggulan Spanyol, Scaloni tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya yang berhasil membawa Albiceleste kembali menembus laga puncak.

Argentina harus mengubur mimpi meraih gelar Piala Dunia secara beruntun setelah gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu memastikan kemenangan Spanyol. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan impresif Lionel Messi dan kolega di turnamen.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Scaloni menilai para pemainnya telah memberikan segalanya sepanjang turnamen. Baginya, keberhasilan mencapai final sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat beratnya perjalanan yang harus dilalui Argentina.

La Albiceleste harus melewati sejumlah laga fase gugur yang penuh tekanan, termasuk kemenangan dramatis atas Inggris di semifinal, sebelum akhirnya bertemu Spanyol di partai puncak.

Pada laga final, Argentina benar-benar berada di bawah tekanan. Sepanjang 90 menit waktu normal, Lionel Messi dan rekan-rekannya gagal melepaskan satu pun tembakan. Situasi semakin sulit setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua sehingga Argentina harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Meski berusaha memaksakan laga hingga adu penalti, gol Torres di babak tambahan waktu memastikan Spanyol keluar sebagai juara dunia. Scaloni mengakui kekalahan tersebut terasa menyakitkan. Namun, ia menegaskan timnya tetap bisa menerima hasil tersebut dengan sikap yang dewasa.

“Ini memang menyakitkan, tetapi kami sudah memberikan segalanya. Saya sebenarnya memiliki banyak hal yang ingin saya sampaikan tentang perjalanan kami sampai di sini, tetapi sekarang bukan waktu yang tepat,” ujar Scaloni kepada TyC Sports.

Baca Juga  Bojan Hodak Ingin Persib Pertahankan Rekor Positif atas Persija

Menurut Scaloni, sebuah tim besar tidak hanya dinilai dari kemampuannya meraih kemenangan, tetapi juga dari cara mereka menyikapi kekalahan. Ia berharap perjuangan para pemainnya dapat menjadi contoh bagi masyarakat Argentina.

“Kami menerima kekalahan ini. Para pemain sudah memberikan semua yang mereka miliki di lapangan. Jika mereka sudah berjuang seperti hari ini, maka itu adalah contoh yang baik bagi rakyat dan negara kami.”

Scaloni kemudian menegaskan pesan yang ingin ia sampaikan setelah final Piala Dunia 2026. Pelatih berusia 48 tahun itu juga menolak menyalahkan anak asuhnya. Menurutnya, para pemain telah memperlihatkan komitmen maksimal sepanjang turnamen.

“Dalam sepak bola, Anda bisa kalah dan kemudian harus bangkit lagi. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu bagaimana menerima kekalahan. Anda bisa bermain bagus atau buruk, tetapi ketika semua orang memberikan kemampuan terbaiknya, sangat sulit mencari kesalahan,” tandas Scaloni.

Pernyataan Scaloni tentang pentingnya menerima kekalahan justru berbanding terbalik dengan insiden yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain Argentina terlibat keributan dengan pemain Spanyol di tengah lapangan. Bek Nahuel Molina dilaporkan melayangkan pukulan kepada kapten Spanyol, Rodri, yang kemudian memicu memanasnya situasi.

Tak lama berselang, Leandro Paredes juga terlihat mendorong dan mencekik gelandang muda Spanyol, Gavi, hingga terjatuh ke lapangan. Insiden tersebut sempat mencuri perhatian dan sedikit mengganggu momen perayaan gelar juara Spanyol.

Argentina Final Piala Dunia 2026 Juara Dunia Lionel Scaloni Piala Dunia 2026 Spanyol
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePertamina Drilling Sukses Laksanakan Water Injectivity Test Perdana di Jatibarang, Perkuat Kesiapan CCS
Next Article Hotman Paris Sampaikan Maaf, Ngaku Emosi Diberondong Pertanyaan Wartawan

Berita Lainnya

Dunia Sepak Bola Berduka! Legenda Inggris Kevin Keegan Tutup Usia

21 Juli 2026 / 07:00 WIB

Rodri Masuk Daftar Tujuh Pemain Terhebat Sepanjang Sejarah

21 Juli 2026 / 06:00 WIB

Argentina dan Malam Paling Memalukan di Piala Dunia 2026

21 Juli 2026 / 00:00 WIB

Tak Terima Kalah! Pemain Argentina Mengamuk Usai Final Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 / 23:00 WIB

Perjalanan Argentina Berakhir di Laga Terburuk Lionel Messi

20 Juli 2026 / 22:17 WIB

Messi Dinilai Dirugikan Dalam Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

20 Juli 2026 / 09:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan

Adi P15 Juli 2026 / 20:11 WIB

Intip Kekayaan Lalu Ahmad Zaini Tembus Rp25,5 M, Punya Puluhan Bidang Tanah

21 Juli 2026 / 15:34 WIB

Telkom Gelar Culture Festival 2026, Perkuat Budaya Perusahaan di Tengah Transformasi

21 Juli 2026 / 14:45 WIB

Warga Kedungombo Melawan! Gelar Pahlawan Soeharto Kembali Digoyang

21 Juli 2026 / 14:32 WIB

Motor Listrik Nasional dan Momentum Reindustrialisasi

21 Juli 2026 / 14:30 WIB

Opini: Logistik Perintis Lumpuh, Program Strategis Nasional MBG dan KDMP Terancam Gagal

21 Juli 2026 / 14:05 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.