Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina (Persero) terus memperkuat jaringan distribusi energi nasional untuk memastikan pasokan BBM dan LPG menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi Tutur.co.id, sepanjang 2025 Pertamina melalui Subholding Downstream menyalurkan 18,23 juta kiloliter Solar Subsidi, 28,06 juta kiloliter Pertalite, 507,94 ribu kiloliter minyak tanah, serta 8,52 juta metrik ton LPG Tabung 3 Kg guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi.
Hingga akhir 2025, Pertamina mengoperasikan 15.380 titik penyaluran BBM, 273.388 pangkalan LPG di 38 provinsi, 588 lembaga penyalur BBM Satu Harga, serta 6.703 Pertashop. Program One Village One Outlet (OVOO) juga telah menjangkau 70.451 desa dan kelurahan atau sekitar 96,3 persen wilayah Indonesia.
Kelancaran distribusi energi turut didukung 481 armada kapal yang terdiri atas 110 kapal tanker, satu Floating Storage Offloading (FSO), dan 370 marine support vessel untuk memastikan pasokan energi dapat disalurkan secara aman dan tepat waktu ke berbagai wilayah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh kecukupan pasokan, tetapi juga kemampuan menghadirkan energi hingga ke seluruh pelosok negeri. “Sebagai BUMN energi, Pertamina mengemban amanah untuk memastikan masyarakat memperoleh akses energi di mana pun mereka berada. Karena itu, kami terus memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur agar BBM maupun LPG dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujarnya.
Baron menambahkan, Pertamina akan terus memperkuat infrastruktur distribusi, memperluas jangkauan BBM Satu Harga, Pertashop, dan jaringan pangkalan LPG agar akses energi semakin mudah, merata, dan andal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

