Jakarta (tutur.co.id) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat promosi judi online banyak tersebar di platform Meta, yaitu Instagram dan Facebook. Oleh sebab temuan tersebut, Komdigi berencana segera memanggil dan bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti maraknya spam komentar berisi tautan judi online.
“Menurut pantauan kami, komentar promosi judi online tersebut paling banyak tersebar di platform yang dinaungi oleh Meta, yaitu Instagram dan Facebook,” kata Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
Pihaknya akan segera melakukan pertemuan membahas temuan tersebut. Hal itu menurutnya sebagai langkah menindaklanjuti mandat program prioritas nasional dan atensi langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto.
“Kami merencanakan akan segera bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini, dan bagi platform lainnya, kami imbau untuk terus memperketat pengawasan judi online di platform digital masing-masing,” tambah Alexander.
Komdigi mencatat lonjakan promosi judi online hingga 128 persen selama dua minggu terakhir, berbarengan dengan dimulainya Piala Dunia 2026. Pelaku memanfaatkan akun-akun bodong dengan bot untuk menyebarkan komentar spam di akun-akun dengan jangkauan tinggi.
Aktivitas ini dilakukan secara transnasional, terkoordinasi, menggunakan jaringan akun yang terindikasi berbasis di India dan Brasil.
Kementeriannya mencatat, periode 1 hingga 28 Juni 2026, telah menangani 126.180 konten, dengan 4.549 di antaranya berada di Meta (Instagram dan Facebook), 111.279 situs, 4.579 di YouTube, dan 622 di X atau Twitter.
Promosi judi online berbagai permainan itu menargetkan akun-akun dengan tingkat interaksi tinggi. Kemudian menyebarkan promosi di kanal komentar menunjukkan situs perjudian.
Komdigi juga berkoordinasi dengan Polri, OJK, dan PPATK, sebagai upaya pemberantasan kejahatan digital transnasional.

