Jakarta (tutur.co.id) – Nama Dyastasita Widya Budi kini tengah menjadi sorotan publik setelah polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial. Berikut profil sosok Dyastasita Widya Budi yang redaksi rangkum.
Dalam video yang beredar, keputusan dewan juri dianggap tidak konsisten karena memberikan nilai berbeda terhadap jawaban peserta yang dinilai serupa. Polemik tersebut kemudian memicu evaluasi internal di lingkungan MPR RI hingga berujung pencopotan terhadap pejabat terkait kepanitiaan lomba.
Baca juga: Viral Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak, Dua Pejabat Dicopot
Dyastasita diketahui merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.Berdasarkan profil resmi Setjen MPR RI, ia menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi di bawah Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi.
Dalam profil resminya, Dyastasita tercatat menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dan memiliki pangkat Pembina Utama Golongan IV/E sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dyastasita dikenal aktif dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di berbagai daerah.
Baca juga: Viral Cerdas Cermat Empat Pilar MPR: Jangan Rusak Semangat Nasionalisme Siswa
Ia juga beberapa kali terlibat dalam program pengkajian konstitusi dan edukasi kebangsaan yang dijalankan Setjen MPR RI. Namanya cukup dikenal di internal birokrasi parlemen, khususnya dalam bidang pengkajian konstitusi dan sosialisasi kebangsaan.
Kontroversi bermula saat final LCC Empat Pilar MPR RI di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Saat sesi rebutan, peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melibatkan DPR, DPD, dan Presiden. Namun dewan juri justru memberikan pengurangan poin karena jawaban dianggap tidak lengkap.
Tidak lama setelah itu, regu SMA Negeri 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai memiliki substansi serupa tetapi justru mendapatkan skor 10 dari juri. Momen tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu kritik luas dari masyarakat. Banyak warganet menilai penilaian juri tidak objektif dan merugikan peserta lomba.
Menanggapi polemik tersebut, MPR RI menyampaikan permohonan maaf dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lomba. Sejumlah pejabat yang terlibat dalam kegiatan itu kemudian dicopot dari tugas kepanitiaan sebagai bentuk evaluasi internal. Kasus ini pun membuat profil Dyastasita Widya Budi menjadi perhatian publik nasional dalam beberapa hari terakhir.

