Jakarta (tutur.co.id) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat lonjakan promosi judi online hingga 128 persen selama dua minggu terakhir. Fenomena ini berkorelasi dengan dimulainya Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni.
“Nah, berdasarkan hasil pemantauan selama 2 minggu terakhir terjadi lonjakan sekitar 128% dibandingkan rata-rata temuan pada periode Januari sampai Juni 2026,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.
Berdasarkan pengamatan kementeriannya, lonjakan ini merupakan aktivitas yang terorganisir transnasional yang memanfaatkan mesin bot untuk memantau media sosial selama 24 jam penuh.
Komdigi mengidentifikasi penyebaran komentar spam promosi judi online yang memanfaatkan akun-akun bodong dengan bot di Instagram, Facebook, dan TikTok. Pola ini ditandai dengan komentar berulang yang menyertakan variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem.
“Fenomena ini juga berkorelasi dengan dimulainya Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni yang dimanfaatkan pelaku untuk meningkatkan promosi taruhan olahraga,” tambahnya.
Komdigi menemukan operasi penyebaran komentar spam judi online terhubung dengan berbagai platform judi online, salah satunya tagar Rawitbet, melalui sistem afiliasi yang berbasis di India dan Brasil.
Periode 1 hingga 28 Juni 2026, Komdigi menangani 126.180 konten, terdiri dari 111.279 situs , 4.579 di YouTube, 4.549 di Meta (Instagram dan Facebook), dan 622 di X. Komdigi berencana bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti maraknya promosi di platform tersebut.
“Kami merencanakan akan segera bertemu perwakilan Meta untuk menindaklanjuti hal ini, dan bagi platform lainnya, kami imbau untuk terus memperketat pengawasan judi online di platform digital masing-masing,” tutupnya.

