Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • PHE Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Kontribusi Produksi Migas Terus Meningkat
  • Banjir Promo Judi Online di Instagram dan Facebook, Komdigi Bakal Panggil Meta
  • KPK Perpanjang Penahanan Titin Rita Lestari Pejabat BPK Sumatra Selatan
  • Dari Panas Bumi ke Secangkir Kopi, Inovasi Pertamina Dorong Ekonomi Lokal
  • Ketika Kesabaran Sang Nenek Kecil Diuji Si Kutu Nakal (Catatan Jelang Argentina vs Cabo Verde)
  • Audiensi dengan Danantara, KPK Minta Pejabat BUMN Segera Serahkan LHKPN
  • BPKH Buka Rekrutmen 2026, Sediakan Sembilan Posisi Strategis
  • Modus Bandar Judi Online Kelabuhi Komdigi, Ganti Tagar Agar Tak Terdeteksi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Opini»Ketika Kesabaran Sang Nenek Kecil Diuji Si Kutu Nakal (Catatan Jelang Argentina vs Cabo Verde)

Ketika Kesabaran Sang Nenek Kecil Diuji Si Kutu Nakal (Catatan Jelang Argentina vs Cabo Verde)

Opini Gusti Tetiro29 Juni 2026 / 20:08 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gambar karikatur ilustratif saat Messi berhadangan dengan Vozinha (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketika Kesabaran Sang Nenek Kecil Diuji Si Kutu Nakal

(Catatan Jelang Argentina vs Cabo Verde)

 

Oleh: Agustinus Tetiro*

Piala Dunia selalu melahirkan cerita-cerita yang melampaui skor dan statistik. Di balik riuh sorak penonton, di balik angka-angka yang memenuhi papan pertandingan, tersimpan kisah tentang manusia: tentang harapan, ketekunan, keberanian, dan nama-nama yang tiba-tiba menjadi bagian dari ingatan dunia.

Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Cabo Verde adalah salah satu kisah semacam itu. Di atas kertas, Argentina datang sebagai juara bertahan, diperkuat Lionel Messi—La Pulga, Sang Kutu—yang telah lama menempatkan dirinya di puncak sepak bola dunia. Sementara Cabo Verde adalah pendatang baru yang datang tanpa beban, tetapi dengan keyakinan yang dibangun dari perjalanan luar biasa. Mereka lolos dari fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan, bahkan mampu menahan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.

Namun, sorotan pertandingan ini bukan hanya tertuju kepada Messi. Di bawah mistar Cabo Verde berdiri seorang lelaki yang memiliki nama panggilan jauh lebih menarik daripada nama resminya, Josimar Jose Evora Dias. Dunia mengenalnya sebagai Vozinha.

Dalam bahasa Portugis, Vozinha berarti “nenek kecil”. Julukan itu bukan lahir dari lapangan hijau, melainkan dari masa kecilnya. Ia dibesarkan oleh kakek dan neneknya, dan tingkah lakunya yang lembut, tenang, bahkan sedikit menyerupai sang nenek, membuat orang-orang memanggilnya demikian. Sebuah nama yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan kisah kasih sayang dan akar kehidupan.

Siapa sangka, “Nenek Kecil” itu kemudian berdiri menghadang para penyerang terbaik dunia.

Saat Cabo Verde berjumpa Spanyol, dunia mulai mengenal sosoknya. Berkali-kali ia menjinakkan peluang emas lawan dengan ketenangan yang nyaris tanpa ekspresi. Tidak ada selebrasi berlebihan. Tidak ada gestur dramatis. Hanya ketenangan seorang penjaga yang memahami tugasnya: menjadi benteng terakhir ketika semua lini telah ditembus.

Baca Juga  Lionel Messi Pecahkan Rekor Dunia dan Fakta Lain Argentina Tumbangkan Austria

Memang demikianlah hakikat seorang penjaga gawang. Ia sering menjadi orang yang paling sunyi di lapangan. Ketika rekan-rekannya menyerang, ia tetap berjaga. Ketika semua orang larut dalam euforia mencetak gol, ia tetap memikirkan ancaman berikutnya. Keberadaannya baru benar-benar terasa ketika keadaan menjadi genting.

Teolog sekaligus Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, pernah merefleksikan sosok penjaga gawang sebagai pribadi yang harus mampu hidup dalam kesendirian tanpa kehilangan keberanian. Ia dituntut percaya diri, tetap tenang sebagai pengaman terakhir, sekaligus memelihara kepercayaan seluruh tim. Di balik kesunyian itu, ada tanggung jawab yang sangat besar.

Kini, di hadapannya berdiri La Pulga.

Julukan Lionel Messi juga lahir dari ukuran tubuhnya yang mungil. La Pulga berarti “Sang Kutu”. Namun, seperti kutu yang lincah dan sulit ditangkap, Messi bergerak dengan kelincahan yang kerap membuat pertahanan lawan kehilangan arah. Keterbatasan fisik justru menjelma menjadi kelebihan yang mengubah sejarah sepak bola modern.

Sebagai juara bertahan, Messi tentu ingin mengukir prestasi yang lebih agung: membawa Argentina menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Di sisi lain, Vozinha membawa mimpi yang jauh lebih sederhana, tetapi tidak kalah indah. Ia ingin pulang dengan sebuah cerita yang kelak dapat ia wariskan kepada anak dan cucunya.

“Saya pernah bermain melawan pemain terbaik dunia, Lionel Messi.”

Kadang-kadang, sejarah memang sesederhana itu.

Maka, pertandingan ini terasa seperti sebuah metafora yang indah. Sang Kutu akan terus mencari celah, berlari ke sana kemari, mengganggu ketenangan benteng terakhir Cabo Verde. Sementara Sang Nenek Kecil berdiri dengan kesabaran yang telah ditempa oleh pengalaman hidup, mencoba mempersempit ruang gerak si kutu yang nakal.

Baca Juga  Keterkaitan Demo Iran dan Perjuangan Perempuan

Boleh jadi yang sedang kita saksikan bukan sekadar duel antara penyerang dan penjaga gawang, melainkan perjumpaan dua karakter besar: kelincahan melawan ketenangan, kreativitas melawan kesabaran, agresivitas melawan kebijaksanaan.

Semoga pertandingan ini tidak diwarnai kekerasan ataupun tindakan yang mencederai semangat olahraga. Sebab sepak bola, pada akhirnya, bukan hanya tentang menang dan kalah.

Mgr. Paulus Budi Kleden juga mengingatkan bahwa seorang penjaga gawang tidak cukup hanya menjadi pribadi yang soliter. Ia juga harus menjadi pribadi yang solider. Ketika terjadi benturan di depan gawang, sering kali kiper menjadi orang pertama yang mengulurkan tangan, baik kepada rekan sendiri maupun kepada lawan. Di sanalah sportivitas menemukan maknanya.

Harapan yang sama layak kita gantungkan kepada seluruh pemain di lapangan. Messi dan rekan-rekannya, demikian pula Vozinha bersama Cabo Verde, kiranya menghadirkan pertandingan yang bukan hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga memperlihatkan keluhuran budi yang membuat sepak bola dicintai miliaran manusia.

Dan kita, para penonton, akan menikmati setiap gerak lincah Sang Kutu sekaligus belajar dari kesabaran Sang Nenek Kecil. Sebab, dari sebuah pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya sedang belajar menjadi manusia: pribadi yang sanggup berdiri teguh dalam kesendirian, tetapi tidak pernah kehilangan kemampuan untuk tetap hadir bagi sesama.

*) Agustinus Tetiro, analis bola. Substansi artikel ini ditulis sang analis, dengan bantuan teknis dari artificial intelligence/AI

Argentina Cabo Verde Messi Vozinha
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAudiensi dengan Danantara, KPK Minta Pejabat BUMN Segera Serahkan LHKPN
Next Article Dari Panas Bumi ke Secangkir Kopi, Inovasi Pertamina Dorong Ekonomi Lokal

Berita Lainnya

Kemenangan Argentina Atas Yordania Jadi Panggung Lahirnya Rekor Bersejarah

28 Juni 2026 / 13:00 WIB

Argentina vs Yordania: Duel Tanpa Taruhan Hasil

27 Juni 2026 / 14:00 WIB

Lionel Messi Pecahkan Rekor Dunia dan Fakta Lain Argentina Tumbangkan Austria

23 Juni 2026 / 08:58 WIB

Argentina vs Austria: Mengantar Messi Menjadi Raja Gol Dunia

22 Juni 2026 / 13:00 WIB

Perempuan dalam Detak Ekonomi Digital

17 Juni 2026 / 10:53 WIB

Sepak Bola (di) Amerika Serikat: Dari Benci Jadi Cinta

14 Juni 2026 / 20:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Prabowo Saksikan Kerja Sama Danantara–Arm Limited, Targetkan Lompatan Teknologi Nasional

Kristo Suryokusumo24 Februari 2026 / 15:30 WIB

PHE Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Kontribusi Produksi Migas Terus Meningkat

29 Juni 2026 / 22:19 WIB

Banjir Promo Judi Online di Instagram dan Facebook, Komdigi Bakal Panggil Meta

29 Juni 2026 / 21:34 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Titin Rita Lestari Pejabat BPK Sumatra Selatan

29 Juni 2026 / 20:55 WIB

Dari Panas Bumi ke Secangkir Kopi, Inovasi Pertamina Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 / 20:32 WIB

Ketika Kesabaran Sang Nenek Kecil Diuji Si Kutu Nakal (Catatan Jelang Argentina vs Cabo Verde)

29 Juni 2026 / 20:08 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.